Bagikan:

Kuartal I 2022, Krakatau Stell Catat Rekor Penjualan Ekspor Baja

"Kemudian dengan Ebitda US$53 juta dan laba bersih US$18 juta. Jadi, di sini terlihat bagaimana perkembangan dari Krakatau Steel dan juga dari Q1 ini kita memecahkan rekor ekspor di bulan Maret."

NASIONAL

Senin, 11 Apr 2022 13:14 WIB

Author

Ranu Arasyki

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan Medan Sumatera Utara, Senin (22/11/2021). (Fo

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan Medan Sumatera Utara, Senin (22/11/2021). (Foto: ANTARA/Fransisco Carolio)

KBR, Jakarta — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja positif terhadap penjualan ekspor baja sepanjang kuartal I/2022.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Silmy Karim mengatakan, penjualan baja perusahaan pada kuartal I/2022 mencapai US$647 juta atau setara Rp929,6 miliar (kurs Rp14.368) dan laba bruto US$68 juta.

"Kemudian dengan Ebitda US$53 juta dan laba bersih US$18 juta. Jadi, di sini terlihat bagaimana perkembangan dari Krakatau Steel dan juga dari Q1 ini kita memecahkan rekor ekspor di bulan Maret. Di rupiahkan untuk penjualannya itu sekitar Rp10 triliun. Kemudian untuk labanya ini sekitar di atas Rp258 miliar untuk laba bersihnya," kata Silmy Karim dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin (11/4/2022).

Baca Juga:

Silmy menyebut, ekspor baja emiten perusahaan pelat merah ini menyentuh 116.000 ton hingga Maret 2022, termasuk penetrasi ekspor ke pasar Eropa untuk memperkuat basis pelanggan.

Sementara dari segi utang, Krakatau Steel sudah membayar hasil restrukturisasi pada Januari 2020 senilai US$217 juta. Nilai pembayaran atas outstanding fasilitas kredit itu belum termasuk bunga.

"Jadi bunga dihitung terpisah, kita juga bayar. Kemudian ada juga hutang investasi HSM 2 (Hot Street Mill ) yang saat ini posisinya sudah terbayar kurang lebih sekitar US$15 juta. Jadi utang kita sudah berkurang Rp3,3 triliun dibandingkan saat awal restrukturisasi," sambungnya.

Sepanjang dua tahun terakhir Krakatau Steel berhasil mengantongi keuntungan, setelah dilanda kerugian selama delapan tahun berturut-turut. 

Jika melihat pada pendapatan 2021, Krakatau Steel sudah mampu meraup pendapatan US$2,1 miliar pada 2021 dengan nilai Ebitda (pendapatan sebelum bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) mencapai US$126 juta.

"Dan keuntungannya US$62 juta. Kalau di rupiahkan US$2,1 miliar. Penjualan kita mencapai Rp31 triliun. Kemudian dari sisi keuntuntan US$62 juta ini sekitar Rp900 miliar. Bila dibandingkan dengan 2020, penjualan baja meningkat 59 persen. Kemudian keuntungan meningkat hampir tiga kalinya," paparnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?