Bagikan:

Kemen ESDM: 11 Perusahaan Komitmen Bangun Proyek Hilirisasi Batu Bara

"Saat ini sudah tercatat 11 perusahaan yang commit dan sudah mempersiapkan proyek hilirisasi batu baranya hingga 2030, dan akan menyusul dua perusahaan lagi."

NASIONAL

Kamis, 07 Apr 2022 13:50 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Pekerja menunjukkan batu bara di Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara, Marunda, Jakarta. Ra

Ilustrasi: Pekerja menunjukkan batu bara di Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara, Marunda, Jakarta. Rabu, (12/1/22). (FOTO: Antara/M. Risyal Hidayat)

KBR, Jakarta— Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengakselerasi pengembangan industri hilir batu bara terintegrasi dengan teknologi batu bara bersih. 

Salah satunya, mendorong perusahaan tambang menghasilkan produk bernilai tambah.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria mengungkapkan, saat ini sudah ada 11 perusahaan tambang batu bara yang berkonsentrasi menghasilkan peningkatan nilai tambah (PNT) energi.

"Saat ini sudah tercatat 11 perusahaan yang commit dan sudah mempersiapkan proyek hilirisasi batu baranya hingga 2030, dan akan menyusul dua perusahaan lagi, yaitu PT Bukit Asam ini untuk kegiatan coal to DME atau dimethyl ether di mana dengan kapasitas input batu bara 6 juta ton/tahun memproduksi 1,4 juta ton PNT per tahun.," kata Lana Saria dalam acara Diskusi Publik "Keekonomian Gasifikasi Batubara," Kamis (7/4/2022).

Baca Juga:

Lana mengatakan, proyek tersebut mulai produksi pada kuartal II/2025. Selain menghasilkan DME, PT Bukit Asam juga memproduksi coal briquetting mencapai 30.000–40.000 ton per tahun dengan PNT hingga 10.000–20.000 ton per tahun.

Lana bercerita, dari semua perusahaan yang sudah mempersiapkan proyek hilirisasinya ada yang sudah produksi seperti PT Megah Energi Khatulistiwa. 

Perusahaan ini mampu memproduksi 1 juta ton semi kokas per tahun dengan kapasitas PNT mencapai 500.000 ton per tahun.

Tak hanya itu, sebutnya, PT Kaltim Prima Coal dan PT Kaltim Nusantara Coal akan melakukan gasifikasi batu bara menjadi metanol. 

Kapasitas input batu bara perusahaan ini mencapai 6,5 juta ton per tahun dengan proyeksi PNT mencapai 1,8 juta ton metanol per tahun. Produksi akan dilaksanakan pada kuartal II/2025.

"Dan PT Thriveni sudah produksi untuk coal upgrading briquetting untuk 130.000 ton/tahun dengan kapasitas produk PNT mencapai 79.000–85.000 ton/ tahun," sambungnya.

Berdasarkan catatannya, beberapa perusahaan yang tengah bersiap meliputi PT Arutmin Indonesia, PT Kendilo Coal Indonesia, PT Multi Harapan Utama, PT Adaro Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal. 

Hingga 2045 terdapat dua tambahan perusahaan yang akan melaksanakan PNT batu bara, yakni PT Mandiri Inti Perkasa dan PT Borneo Indobara.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio