Bagikan:

Ini Agenda Buruh di May Day 2022

"Aksi buruh ini juga untuk menyuarakan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja, kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, dan mendesak agar Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dicopot,

NASIONAL

Rabu, 20 Apr 2022 19:02 WIB

Ini Agenda Buruh di May Day 2022

Sejumlah buruh berunjuk rasa di depan DPR RI, menuntut pencabutan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, Rabu (23/3/22). (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

KBR, Jakarta - Partai Buruh bersama sejumlah elemen buruh lainnya, akan melakukan aksi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei mendatang.

“Akan melakukan aksi di depan Kantor KPU pada perayaan May Day 1 Mei 2022 dan juga lokasi aksi lain di Bundaran Hotel Indonesia (HI),” kata Presiden Partai Buruh, Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Rabu (20/4/2022).

Said Iqbal yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini menjelaskan, aksi buruh ini juga untuk menyuarakan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja, kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, dan mendesak agar Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dicopot, karena kalah dengan mafia minyak goreng.

"Rekan-rekan buruh di daerah juga akan melakukan peringatan May Day di depan Kantor KPU Provinsi," kata dia.

Selanjutnya, buruh akan merayakan Peringatan May Day pada 14 Mei 2022 mendatang. Perayaan ini akan diikuti 100 ribu buruh.

"Dengan melibatkan buruh se-Jabodetabek di DPR RI. Setelah itu, akan dilakukan deklarasi perjuangan buruh oleh Partai Buruh dan Gerakan Buruh Indonesia di Jakarta International Stadium (JIS) atau Istora Senayan," jelas Said Iqbal.

Ditambahkannya, perayaan May Day pada 14 Mei 2022 itu juga akan dihadiri Partai Buruh bersama 4 Konfederasi Serikat Buruh, 60 Federasi Serikat Buruh tingkat nasional, Serikat Petani Indonesia (SPI), Jala PRT, UPC, Forum Guru Honorer, Gerakan Perempuan Indonesia, Buruh Migran, Ojol, Organisasi Pemuda dan Kemahasiswaan.

"Selain di Jakarta, aksi 14 Mei mendatang juga diikuti puluhan ribu buruh di Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Medan, Batam, Ternate, Gorontalo, Manokwari, dan ratusan kota besar lainnya," pungkas Said Iqbal.

Baca juga: 


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?