Bagikan:

Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang Minta Subsidi Silang

Para pedagang khawatir harga daging kian tidak terkendali dan stok yang ada di pasaran akan semakin menipis bahkan lenyap saat mendekati Lebaran.

NASIONAL

Senin, 18 Apr 2022 09:34 WIB

daging sapi

Pekerja menata kardus berisi daging kerbau impor di terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/4/2022). (Foto: ANTARA/Risyal Hidayat)

KBR, Jakarta - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mendesak Kementerian Perdagangan untuk segera mencari jalan, terkait meroketnya harga daging sapi di pasaran yang tembus Rp170 ribu per kilogram.

Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan, menyarankan agar pemerintah melakukan subsidi silang atau menyuplai daging dari daerah produsen sapi ke daerah yang merupakan konsumen daging terbesar.

"Jadi tentu ketersediaan yang cukup dan kalau bisa menggenjot sentra-sentra produksi daging dan sentra-sentra ternak sapi kita yang ada, katakanlah di NTB ataupun Sumatera Barat terus digenjot semaksimal mungkin agar membantu kebutuhan dalam negeri kita. Semisal kalau NTB surplus dagingnya di subsidi silang ke Jabodetabek, karena ini kan tinggi konsumsi bahan pokoknya maka itu yang harus dikejar," ujar Reynaldi saat dihubungi KBR, Minggu (17/4/2022).

Reynaldi khawatir jika harga daging kian tidak terkendali dan stok yang ada di pasaran akan semakin menipis bahkan lenyap saat mendekati Lebaran.

Baca juga:


Karena itu, dia meminta pemerintah segera mencari solusi terkait permasalahan tersebut.

"Tinggal kita cek ketersediaan ini apakah mampu bertahan sampai hari raya Idulfitri, karena masyarakat kita akan memasak artinya pasokan yang dibutuhkan daging ini akan jauh lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya," tuturnya.

Sebelumnya, menyikapi mengenai tingginya harga daging sapi, Menteri Perdagangan M Lutfi mengungkap penyebabnya karena dampak dari kebakaran hutan di Australia.

Kebakaran itu membuat pasokan daging sapi menjadi langka.

Akibatnya, harga daging sapi meningkat dan Australia sendiri memang menjadi tempat Indonesia melakukan impor daging sapi.

Namun gegara lonjakan harga, Lutfi menyebut pemerintah kini tengah mengkaji untuk mendatangkan sapi impor dari negara selain Australia.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?