UPDATE Bencana NTT: 117 Orang Meninggal, 76 Hilang

Untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 bagi para pengungsi, pemerintah memberikan dana untuk menyewa rumah sebesar Rp500 ribu perkeluarga perbulan.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 06 Apr 2021 21:59 WIB

Author

Astri Septiani

UPDATE Bencana NTT: 117 Orang Meninggal, 76 Hilang

Kondisi rumah warga hancur akibat diterjang banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Selasa (6/4/2021). (Foto: ANTARA/Kornelis Kaha)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 117 orang meninggal dunia dan 76 orang hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur.

BNPB memperbarui data terbaru pada konferensi pers Selasa (6/4/2021) malam, berdasarkan data terakhir pukul 21.00 WIB.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, jumlah pengungsi masih fluktuatif. Selain itu ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pencarian korban. Termasuk kendala alat dan cuaca.

"Masih terkendala karena alat berat yang ada walau sudah disiapkan tapi belum bisa dikirim ke tujuan terutama di Adonara dan juga di Alor. Sedangkan di Lembata masih diupayakan sejumlah perusahaan yang sedang mengerjakan pekerjaan jalan untuk dimobilisasi menuju sasaran," kata Doni saat konferensi pers secara daring, Selasa (6/4/21) malam.

Doni menambahkan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 bagi para pengungsi, pemerintah memberikan dana untuk menyewa rumah sebesar Rp500 ribu perkeluarga perbulan. Apalagi, kasus COVID-19 di NTT saat ini naik setelah libur Natal dan Tahun Baru.

"NTT mengalami kenaikan signifikan setelah libur Natal dan Tahun Baru. Padahal sejak Maret sampai November tahun lalu, NTT kasusnya sangat rendah sekali. Ternyata setelah Desember, hampir semua kabupaten kota di NTT terdampak COVID-19," kata Doni.

Doni mengatakan daerah-daerah yang mengalami bencana juga termasuk rawan penularan COVID-19. Karena itu, pemerintah memisahkan antara kelompok rentan seperti lanjut usia, orang dengan penyakit penyerta (komorbid), ibu hamil atau anak-anak dengan warga yang masih usia muda, agar tidak berada dalam satu pengungsian. Selain itu, dengan memberi bantuan sewa rumah, pengungsian tidak terlalu padat.

Ia juga memastikan logistik sudah datang dari Jakarta, Surabaya dan Makassar serta telah didistribusikan ke daerah terdampak. BNPB juga menurunkan enam unit helikopter untuk menuju daerah yang sulit di jangkau.

Korban

Berdasarkan data hingga Selasa malam pukul 21.00 WITA, BNPB sudah mengevakuasi 117 jenazah, sedangkan 76 orang masih dinyatakan hilang.

Berikut rincian jenazah yang sudah ditemukan:

  • Kabupaten Flores Timur meninggal 60 orang, hilang 12, total 72 orang.
  • Kabupaten Alor meninggal 21 orang, hilang 20 orang, total 41.
  • Kabupaten Malaka, meninggal 3 orang.
  • Kota Kupang 1 orang meninggal.
  • Kabupaten Kupang 1 orang meninggal
  • Kabupaten Lembata meninggal 28 orang, hilang 44 orang, total 72 orang.
  • Kabupaten Ende meninggal 1 orang.
  • Kabupaten Sabu Raijua meninggal 2 orang
  • Kabupaten Sumba Barat -
  • Kabupaten Sumba Timur -
  • Kabupaten Ngada -

Jumlah warga yang mengungsi data masih berubah-ubah. Namun berdasarkan data BNPB pada Selasa sore, jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 orang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)