Tak Miliki Posko, Kasus Aktif di Tiga Provinsi Konsisten Sebulan Terakhir

jumlah kasus dibuktikan dengan tren kasus aktif yang menurun seiring dengan naiknya jumlah posko yang terbentuk.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 29 Apr 2021 21:47 WIB

Author

Heru Haetami

Tak Miliki Posko, Kasus Aktif di Tiga Provinsi Konsisten Sebulan Terakhir

Juru bicara Covid-19, Wiku Adisasmito. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Riau dan Kalimantan Barat menunjukkan persentase kasus aktif yang konsisten selama 4 minggu terakhir.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, ketiga daerah tersebut tidak menyediakan Pos Komando Covid-19 yang memadai. Sehingga berpengaruh pada pengendalian kasus Covid-19 di daerah.

"Bahwa posko yang berfungsi dengan baik terbukti dapat menurunkan jumlah kasus dibuktikan dengan tren kasus aktif yang menurun seiring dengan naiknya jumlah posko yang terbentuk. Sebaliknya provinsi dengan jumlah posko yang sedikit mengalami kenaikan persen kasus aktif. Keadaan ini berdampak juga pada zonasi risiko yang menunjukkan perubahan zona merah pada beberapa kabupaten kota di dalamnya karena kurangnya jumlah posko," kata Wiku dalam siaran pers secara daring, Kamis (29/4/2021).

Wiku juga mengingatkan seluruh provinsi memastikan terbentuknya posko di tingkat desa atau kelurahan. Termasuk memastikan posko yang ada di masing-masing wilayah tersebut aktif.

Sementara sejumlah daerah seperti Jawa Tengah, Aceh dan Jawa Barat, terjadi konsistensi penurunan prestasi kasus aktif selama empat minggu terakhir.  "Hal lantaran dibarengi dengan terus bertambahnya jumlah posko Covid-19," kata Wiku.

Ia berharap semakin banyak posko terbentuk kedepannya maka semakin banyak titik-titik pusat koordinasi penanganan Covid-19.

"Memaksimalkan kinerja posko dengan rutin, melakukan monitoring kepatuhan protokol kesehatan, serta edukasi masyarakat terkait Covid-19. Sehingga dapat menekan penularan dan jumlah kasus aktif dapat segera turun," pungkas Wiku Adisasmito.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Peraturan Presiden tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme

Kabar Baru Jam 8

Prank Bakal Berbuntut Pidana

Kabar Baru Jam 10