Survei LSI, Ini 5 Bagian Rawan Terjadi Korupsi di Instansi Pemerintah

"Yang paling banyak adalah menggunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi, nomor dua kerugian keuangan negara, nomor tiga gratifikasi, nomor empat suap"

BERITA | NASIONAL

Senin, 19 Apr 2021 11:33 WIB

Author

Muthia Kusuma

Survei LSI, Ini  5 Bagian Rawan Terjadi Korupsi di Instansi Pemerintah

Ilustrasi: KPK menunjukkan barang bukti uang sitaan kasus dugaan korupsi. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-    Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap sebanyak 34,6 persen Pegawai Negeri Sipil  (PNS)  menganggap korupsi di Indonesia telah meningkat. Hal itu diketahui berdasarkan hasil rilis survei LSI terkait persepsi korupsi, demokrasi, dan toleransi di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menjelaskan, sebanyak 25,4 persen lainnya menilai korupsi di Indonesia menurun. Sedangkan 33,9 persen lainnya beranggapan korupsi di negeri ini tak memiliki perubahan.

"Istilah-istilah korupsi ini berdasarkan istilah korupsi yang ada di Undang-Undang tentang Pemberantasan Korupsi, yang paling banyak adalah menggunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi, nomor dua kerugian keuangan negara, nomor tiga gratifikasi, nomor empat suap atau menerima pemberian tidak resmi. Setelah itu yang agak kecil adalah penggelapan dalam jabatan," ucap Djayadi Hanan dalam keterangan resminya yang disiarkan secara daring di Facebook Lembaga Survei Indonesia, Minggu  (18/4/2021).

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menambahkan, dari hasil survei tersebut diketahui persepsi korupsi oleh kalangan PNS adalah hasil yang paling positif, jika dibanding survei dengan responden masyarakat umum, pemuka opini, dan pelaku bisnis. Pasalnya hasil survei pada kelompok tersebut pada Desember 2020 lalu mengungkap, tingkat korupsi sebanyak 56,4 persen dari total responden beranggapan korupsi di Indonesia meningkat. Presentase lebih besar ditunjukkan oleh kelompok lainnya, yakni 58,3 persen pelaku usaha dan 57,6 persen pemuka opini (opinion maker) beranggapan serupa.

Secara teknis, survei persepsi korupsi ini telah menyasar sebanyak 915.504 PNS atau 22 persen dari keseluruhan jumlah PNS di Indonesia yang terpilih sebagai responden survei.

Kendati demikian, Djayadi menyimpulkan bahwa masyarakat umum dan PNS berpersepsi bahwa rasuah di Indonesia memburuk.

Djayadi merinci, tempat yang dianggap paling rawan terjadinya korupsi, yakni bagian pengadaan menempati urutan teratas dengan skor 47,2 persen, kemudian oleh perizinan usaha 16 persen, keuangan 10,4 persen, pelayanan 9,3 persen, personalia 4,4 persen, dan lainnya satu persen. Sementara 11,6 persen responden lainnya tidak tahu atau memilih tidak menjawab.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri