Subsidi Ongkir Belanja Online, INDEF: Pemerintah Perlu Lebih Aktif Dorong UMKM Go Digital

"Sehingga ketika ada hari belanja online nasional atau Harbolnas, atau momentum subsidi ongkos kirim belanja online, yang menikmati juga para UMKM lokal."

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Apr 2021 17:05 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Subsidi Ongkir Belanja Online, INDEF: Pemerintah Perlu Lebih Aktif Dorong UMKM Go Digital

Kurir bersiap mengirim paket dari salah satu perusahaan logistik di Pancoran, Jakarta, Minggu (11/4/2021). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta - Lembaga kajian ekonomi INDEF mendorong pemerintah agar berperan lebih aktif lagi untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro kecil menengah (UMKM), terutama di ranah digital.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan dari keterangan pemerintah sampai saat ini baru sekitar 13 persen dari 64 juta UMKM yang sudah masuk di platform digital.

Bhima mengatakan jika lebih banyak lagi UMKM merambah ke platform digital dan menjangkau pasar lebih luas, maka ini akan sejalan dengan niat pemerintah mendorong konsumsi masyarakat di masa pandemi.

"Kita melihat masih 13 persen UMKM yang bergabung di platform digital. Nah ini yang sangat rendah, sehingga harus dipacu juga. Sehingga ketika ada hari belanja online nasional atau Harbolnas, atau momentum subsidi ongkos kirim belanja online, yang menikmati juga para UMKM lokal. Artinya tetap pada anggaran lokal. Anggaran-anggaran yang masuk ke daerah, si pelaku usaha lokal," ujar Bhima saat dihubungi KBR (12/4/2021).

Bhima Yudhistira mengatakan para pelaku UMKM akan lebih merasakan manfaat berbagai upaya pemulihan ekonomi yang digagas oleh pemerintah, jika lebih banyak yang mengakses platform jual beli online.

Seperti rencana pemerintah mensubsidi ongkos kirim belanja online saat Harbolnas Ramadhan.

"Yang kita lihat sudah on the track salah satunya ada subsidi ongkos kirim Rp 500 miliar itu. Harapannya bisa memacu barang-barang UMKM dapat dibeli melalui platform e-commerce," ujarnya.

Kebijakan lain seperti pembayaran THR penuh bagi para pegawai, juga mendorong peningkatan pendapatan dunia usaha.

"Ini akan langsung meningkatkan konsumsi rumah tangga karena langsung dibelanjakan. Ketika dibelanjakan itu, itu ujungnya adalah permintaan di sektor-sektor dunia usaha, khususnya untuk yang pangsa pasarnya di dalam negeri itu ikut menikmati juga. Sebenarnya balik lagi, THR tidak hanya untuk pekerjanya tapi juga bermanfaat bagi dunia usaha itu sendiri. Karena banyak yang belanja, otomatis omzetnya juga naik," tegasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri