Sri Mulyani: Belanja Negara Maret 2021 Naik 15,6 Persen

Hal ini dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 23 Apr 2021 11:16 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Sri Mulyani: Belanja Negara Maret 2021 Naik 15,6 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani menerangkan soal kinerja APBN 2018. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Belanja negara hingga akhir kuartal I 2021, tumbuh 15,6% year on year (yoy). Nilainya yaitu sebesar Rp 523,0 triliun.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan capaian ini perlu diapresiasi. Sebab ini menunjukan APBN bekerja sangat keras di awal tahun ini.

"APBN bekerja luar biasa keras untuk menarik kembali ekonomi masuk ke zona positif. Itu yang disebut fungsi counter cyclical. Dan semua sektor, semua pelaku, semua masyarakat mendapatkan sentuhan dari APBN Kita. Belanja negara untuk bulan Maret naik 15,6 persen year on year. Itu adalah pertumbuhan yang luar biasa meningkat," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita (22/04/21).

Bendahara Negara menjabarkan, peningkatan belanja yang terjadi ditopang oleh komponen belanja, seperti belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang bahkan tercatat tumbuh 41,2 persen. Baik untuk proyek infrastruktur dasar dan konektivitas, belanja barang untuk pengadaan vaksinasi dan bantuan produktif, hingga penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos).

"Ini masih didominasi oleh upaya kita menghalau dampak Covid-19 baik di bidang kesehatan maupun ekonomi," ucapnya.

Di sisi lain, terdapat pula belanja non K/L tercatat tumbuh 9,9 persen yoy, seperti belanja untuk pensiun, subsidi energi, serta program prakerja. Hal ini dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menyekat Pemudik Nekat

Kabar Baru Jam 10