Presiden Lantik Bahlil Lahadalia Sebagai Menteri Investasi

"Akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 28 Apr 2021 15:58 WIB

Author

Resky Novianto

Presiden Lantik Bahlil Lahadalia Sebagai Menteri Investasi

Meninves Bahlil Lahadalia. (KBR/Setpres)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pada saat yang sama, Presiden juga melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4).

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Nadiem dan Bahlil di hadapan Presiden Jokowi, Rabu (28/4/2021).

Keputusan tentang pengangkatan Nadiem dan Bahlil sebagai menteri tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Pengupahan Kementerian serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga melantik Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang kini menjadi lembaga setingkat kementerian. Presiden melantik Laksana Tri Handoko sebagai Kepala BRIN. Laksana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan peleburan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Sementara, BKPM akhirnya dibentuk menjadi lembaga yang setara dengan kementerian.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu