PPKM Mikro, Satgas: Zona Merah dan Oranye Covid-19 Meningkat

"Terjadi kenaikan zona risiko tinggi atau zona merah dari 10 kabupaten kota pada minggu lalu, menjadi 11 kabupaten kota di minggu ini,”

BERITA | NASIONAL

Jumat, 16 Apr 2021 10:49 WIB

Author

Yovinka Ayu

PPKM Mikro, Satgas: Zona Merah dan Oranye Covid-19 Meningkat

Ilustrasi: Penyuntikkan vaksin COVID-19 kepada ketua RT di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (17/3/2021). (Antara/Prasetia Fauzani)

KBR, Jakarta-  Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap, zona merah atau risiko tinggi Covid-19 meningkat. Data Satgas per 11 April 2021, ada 11 Kabupaten/Kota di Indonesia yang kini memiliki risiko tinggi menularkan virus Corona.

“Sangat disayangkan pada minggu ini terjadi perkembangan ke arah yang kurang diharapkan. Di minggu ini terjadi kenaikan zona risiko tinggi atau zona merah dari 10 kabupaten kota pada minggu lalu, menjadi 11 kabupaten kota di minggu ini,” kata Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/4/2021).

Sementara, pada minggu ini jumlah wilayah yang berada di zona oranye atau risiko sedang Covid-19 juga mengalami peningkatan, dari minggu lalu berjumlah 289 wilayah menjadi 316 wilayah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, peningkatan jumlah wilayah zona merah dan oranye ini beriringan dengan menurunnya daerah yang berada di zona kuning atau risiko rendah Covid-19. 

Ia menambahkan, perhitungan zonasi risiko mempertimbangkan indikator kasus positif, sembuh, dan meninggal. Termasuk juga indikator lain misalnya epidemiologi, surveilans kesehatan, serta pelayanan kesehatan.

Wiku meminta seluruh pemerintah daerah dan masyarakat terus memantau perkembangan zonasi risiko di daerah mereka, serta melakukan perbaikan penanganan Covid-19.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10