Pandemi Ganggu Logistik Ekspor Dunia

"Tantangan UMKM saat pandemi ini adalah kenaikan tarif pengiriman barang hingga 30 sampai 40 persen."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 20 Apr 2021 12:52 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Pandemi Ganggu Logistik Ekspor Dunia

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta , Senin (16/9/2019). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Teten Masduki menyebut sistem logistik yang mengelola ekspor barang di dunia mengalami gangguan selama pandemi Covid-19.

Hal ini jadi salah satu penyebab nilai ekpspor Indonesia pada 2020 menurun 2,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, nilai ekspor Indonesia mencapai 167,53 miliar dolar AS atau sekira Rp2.345,4 triliun.

"Tantangan UMKM saat pandemi ini adalah kenaikan tarif pengiriman barang hingga 30 sampai 40 persen. Berkurangnya volume ekspor impor, sehingga terdapat pengurangan jadwal kapal dan penerbangan internasional. Pendeknya sekarang ini sistem logistik dunia sedikit terganggu," jelas Teten dalam acara Konferensi 500K Eksportir Baru 'Memacu Ekspor UKM' Hari 1 (19/04/21)

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Teten Masduki mengatakan pelaku usaha UMKM yang menjalani ekspor lebih terpukul selama pandemi, dibandingkan pelaku usaha besar. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah melakukan beberapa langkah tertentu.

"Untuk mengatasi kendala biaya logistik, kami telah bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia. Kami juga mendukung para UMKM untuk melaksanakan ekspor tidak hanya melalui kontainer secara mandiri, tapi juga penjualan langsung melalui marketplace seperti Amazon, Lazada, dan sebagainya," katanya.

Di sisi lain, pemerintah telah bekerja sama dengan berbaggai pihak dalam upaya peningkatan kapasitas UMKM untuk meningkatkan potensi ekspornya. Salah satunya dengan Sekolah Ekspor, melalui penyusunan bersama kurikulum dan modul pelatihan untuk disampaikan pada para pelaku UMKM ekspor.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri