Pandemi, Mensos Risma akan Buka Data Penerima Bansos Covid-19

"Jaring pengaman sosial dari pemerintah, cukup efektif membantu masyarakat dari semua kalangan di masa pandemi covid-19"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 14 Apr 2021 08:55 WIB

Author

Muthia Kusuma

Pandemi, Mensos Risma akan Buka Data Penerima Bansos Covid-19

ilustrasi rumah warga miskin. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Sosial Tri Rismaharini berencana membuka data penerima bantuan sosial  pada pertengahan bulan ini. Dia beralasan, transparansi penerima bansos itu bertujuan agar masyarakat dapat mengoreksi terkait data penerima untuk mencegah penyimpangan bansos Covid-19. 

Selain itu, kata bekas Wali Kota Surabaya itu, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi basis data penerima bansos, sudah dipadankan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Masyarakat bisa mengoreksi terhadap data yang ada di Kementerian Sosial. Yang berikutnya adalah, pemerintah daerah juga bisa mengupdate, karena tidak bisa data itu selamanya tetap. Karena ada yang meninggal bahkan pindah rumah. Yang harus dilakukan terus dilakukan updating data tiap bulannya," ucap Risma dalam peluncuran aksi pencegahan korupsi Stranas PK 2021-2022, Selasa, (13/4/2021).

Di sisi lain, Ketua KPK Firli Bahuri mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemensos terkait pemadanan dan transparansi data. Firli berpandangan bahwa langkah tersebut merupakan upaya perbaikan sistem serta sejalan dengan yang diutamakan lembaga antirasuan terkait upaya menghentikan korupsi.

Lebih jauh Firli mendorong agar orang-orang yang belum terdata dalam DTKS agar segera dicatat untuk segera divalidasi. Jika tidak dilakukan, Firli khawatir akan muncul masalah bansos yang tidak tepat sasaran.

Sejak awal KPK berkomien untuk mengawasi pengadaan bansos Covid-19. Sederet program yang tengah didampingi KPK agar tak dijadikan bancakan oleh koruptor, yakni bantuan subsidi upah, kartu Prakerja, serta insentif untuk UMKM produktif.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri