Munas LDII, Jokowi: Hindari Praktik Keagamaan Eksklusif

"Sikap tertutup, sikap eksklusif adalah sikap yang tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Sikap tertutup akan memicu dan meningkatkan intoleransi,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 07 Apr 2021 11:51 WIB

Author

Resky Novianto

Munas LDII, Jokowi: Hindari Praktik Keagamaan Eksklusif

Presiden Jokowi membuka MUnas LDII, Rabu (07/04). (Setpres)

KBR,Jakarta- Presiden Joko Widodo mengingatkan, sikap tertutup yang eksklusif perlu dihindari. Alasannya bisa merusak sendi-sendi kebangsaan. 

Menurutnya, diperlukan sikap toleran yang saling menghargai segala perbedaan, termasuk perbedaan keyakinan.  

"Sikap tertutup, sikap eksklusif adalah sikap yang tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Sikap tertutup akan memicu dan meningkatkan intoleransi, akan merusak sendi-sendi kebangsaan kita. Praktik-praktik keagamaan yang eksklusif yang tertutup harus kita hindari, karena sikap ini pasti akan memicu penolakan-penolakan dan akan menimbulkan pertentangan pertentangan," kata Jokowi   saat membuka Musyawarah Nasional Kesembilan (IX) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta. melalui siaran langsung di YouTube Setpres, Rabu (7/4/2021).

Jokowi mengatakan, pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi di Indonesia.

Dia meminta organisasi keagamaan untuk meningkatkan moderasi beragama yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa. Jokowi juga berpesan agar organisasi keagamaan memiliki komitmen kebangsaan, serta menjunjung tinggi sikap toleransi kepada sesama, dan menghormati perbedaan berkeyakinan. Ia pun memastikan komitmen pemerintah untuk terus mendorong moderasi beragama di Indonesia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10