Mabes Polri Cari Formula untuk Cegah Pelanggaran Anggota

"Yang tidak kalah penting adalah bisa ke depan menciptakan formula yang tepat untuk mencegah dan melakukan mitigasi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 13 Apr 2021 18:54 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Mabes Polri Cari Formula untuk Cegah Pelanggaran Anggota

Ilustrasi. Sidang pelanggaran etik di Polda Sulawesi Utara pada 2019. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Markas Besar Kepolisian melibatkan tim independen untuk meneliti naiknya pelanggaran polisi dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri Ferdy Sambo mengatakan, penelitian dilakukan guna mendapat data tepat mengenai penyebab meningkatnya pelanggaran.

Untuk jangka pendek, penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi dan memetakan jenis pelanggaran yang signifikan.

Data itu kata Sambo, akan digunakan untuk merumuskan penanganan pelanggaran anggota secara tepat.

"Selanjutnya sasaran jangka panjang, untuk mengukur efektivitas program mitigasi yang telah dilakukan oleh Propam. Kemudian menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi, dan apa yang menjadi penyebab terjadinya pelanggaran. Yang tidak kalah penting adalah bisa ke depan menciptakan formula yang tepat untuk mencegah dan melakukan mitigasi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri," kata Sambo dalam sambutannya di Rakernis Divisi Propam Polri, Selasa (14/4/2021).

Ferdy Sambo mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah naiknya pelanggaran anggota.

Sambo juga mengklaim telah membekali jajaran Polri mengenai pengetahuan hak asasi manusia (HAM), ilmu komunikasi, dan aturan hukum lainnya. Sehingga anggota Polri bisa menegakan hukum lebih profesional, objektif, dan transparan.

Sambo memaparkan jumlah pelanggaran disiplin anggota naik sejak tahun 2019. Pada 2018, kasus pelanggaran disiplin anggota mencapai 2.417 pelanggaran. Pada 2019 naik menjadi 2.503 pelanggaran. Pada 2020 naik lagi menjadi 3.304 pelanggaran.

Untuk pelanggaran kode etik, kenaikan terjadi pada 2020. Pada 2019 kasus pelanggaran etik mencapai 1.021. Pada 2020, jumlah pelangaran etik naik mencapai 2.081.

Sedangkan, pelanggaran pidana naik dari 627 kasus di 2019 menjadi 1.024 di 2020, atau naik lebih 60 persen.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10