Kilang Minyak Balikpapan Siap Serap 18 ribu Tenaga Kerja

Rizal juga mengingatkan Pertamina untuk menepati janjinya dengan memberi ruang khusus bagi warga asli Balikpapan bekerja

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Apr 2021 15:59 WIB

Author

Teddy Rumengan

Kilang Minyak Balikpapan Siap Serap 18 ribu Tenaga Kerja

Kilang Minyak Bontang, Kalimantan Timur (Foto : Setkab)

KBR, Jakarta - Pemerintah Balikpapan mendapat kabar gembira terkait akan dibukanya lapangan kerja besar-besaran, dari proyek perluasan kilang minyak Pertamina atau refinery development master plan (RDMP).

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan tahun depan proyek itu akan menyerap sekitar 18 ribu tenaga kerja, dan empat ribu diantaranya khusus untuk warga ber KTP Balikpapan.

“RDMP ini juga mudah-mudahan, saya diberitahu tahun depan 2022 itu adalah puncak pekerjaannya. Saya dilapori ada 18 ribu tenaga kerja yang akan digunakan. 4 ribunya dari Balikpapan. Ini peluang kita. Jangan sampai 18 ribu penerimaan ini dari luar, pertama tidak ada tampungan (warga Balikpapan), kedua nanti kita jadi penonton,” ujar Rizal Effendi, Senin (12/4/2021)

Rizal juga mengingatkan Pertamina untuk menepati janjinya dengan memberi ruang khusus bagi warga asli Balikpapan bekerja. Dengan begitu, warga Balikpapan bisa menunjukan kompetensi dan pengalamannya dalam bekerja, dan tidak hanya jadi penonton di tanah sendiri.

Kilang minyak milik PT Pertamina ini jika telah rampung bisa menghasilkan 260 barel minyak per hari. dan akan menjadi kilang minya terbesar ke dua di Indonesia, setelah kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Kilang minyak Balikpapan juga menjadi kilang kedua terbesar milik PT Pertamina, setelah Kilang I Refinery Unit IV Cilacap, yang memiliki kapasitas mencapai 348 ribu barel per hari, dan memasok sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM pulau Jawa. Kilang Cilacap juga merupakan kilang minya terbesar di Asia Tenggara.

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri