Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Nasional Cukup Hingga Lebaran

Hanya untuk daging sapi dan kerbau mengalami defisit sebanyak 1.526 ton

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Apr 2021 16:42 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Nasional Cukup Hingga Lebaran

Ilustrasi pedagang pasar (Foto: KBR)

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pangan untuk kebutuhan nasional cukup sepanjang Ramadan dan lebaran. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan, sebulan sebelum memasuki Ramadan, pemerintah sudah mempersiapkan stok beras, cabai, jagung, bawang, ayam, daging, telur dan lainnya dalam skala nasional.

Agung mengatakan, ketersediaan sejumlah komoditas memang dipenuhi dari impor, seperti bawang putih, gula pasir dan daging sapi seperti disepakati dalam rapat koordinasi para menteri di Kementerian Koordiantor Perekonomian, kendati begitu ia tidak menampik masih ada sedikit kenaikan harga dibeberapa komoditas.

"Memang ada kenaikan harga, ini saya tidak memungkiri namanya menjelang bulan Ramadan, biasanya tiga hari, dua hari menjelang Ramadan itu naik. Tapi selama bulan Ramadan dia kembali menurun, dan kembali akan naik lagi menjelang hari raya Idulfitri. Biasanya tiga hari sebelumnya. Nah dari catatan kami memang ada beberapa komoditas yang dulu cabe rawit merah itu harganya cukup tinggi, sekarang sudah mulai menurun," ucap Agung dalam diskusi daring, Senin, (12/4/2021).

Meski ada kenaikan, Agung mengatakan tidak lebih dari 15 persen, sehingga relatif semua harga terkendali seperti tahun lalu. 

Ia mencontohkan untuk harga perkilogram ayam sekitar Rp35.000 dan telur ayam Rp24.000 perkilogram, harga kedua komoditas naik menjelang Ramadan dan akan segera turun setelah memasuki Ramadan.

Pemerintah juga memastikan semua komoditas memiliki pasokan yang aman semisal beras, diperkirakan pada Mei 2021 kebutuhan mencapai 12,33 juta ton dan pasokan yang ada mencapai 22,79 juta ton, begitu juga untuk minyak goreng, gula dan bawang semua stok aman.

Hanya untuk daging sapi dan kerbau mengalami defisit sebanyak 1.526 ton, jumlah yang saat ini tersedia sebanyakan 278,6 ribu ton sedangkan kebutuhan mencapai 280,1 ribu ton. Namun Agung mengatakan saat ini ada penurunan konsumsi daging di kalangan masyarakat, untuk itu kebutuhan masih akan terus dihitung agar tetap bisa terpenuhi.

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10