Kemensos Temukan 21 Juta Data Penerima Bansos Ganda

"Hasilnya adalah seperti yang sudah saya sampaikan, 21.156.000 atau 21.158.000 data itu ganda kemudian kami tidurkan (nonaktifkan sementara),"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 30 Apr 2021 19:16 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kemensos Temukan 21 Juta Data Penerima Bansos Ganda

Salah satu bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan sebanyak 21 juta data warga penerima bantuan sosial (bansos) yang ganda.

Hal itu terungkap saat ia melaporkan tindak lanjut pelaporan data ganda penerima bansos ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (30/4/2021).

Eks-Wali Kota Surabaya itu menyatakan, pembenahan data ganda penerima bansos termasuk fokus utamanya setelah dilantik sebagai Mensos, menggantikan rekan satu partainya, Juliari Batubara yang ditangkap KPK.

Risma beralasan, data penerima bansos itu dipermasalahkan sejumlah pihak, mulai dari KPK hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dan Alhamdulillah sesuai janji saya April saat itu kami bisa menyelesaikan untuk perbaikan datanya, dan hasilnya adalah seperti yang sudah saya sampaikan, 21.156.000 atau 21.158.000 data itu ganda kemudian kami tidurkan (nonaktifkan sementara)," ungkap Risma ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Risma juga meminta agar pemerintah daerah menyempurnakan lebih dari 21 jutaan data warga penerima bansos yang dinonaktifkan sementara itu.

"Karena ada 21 juta data yang dinonaktifkan sementara, maka kami meminta penambahan penerima bansos kepada pemda. Hasil dari penambahan penerima bansos yang diusulkan pemda hanya terkumpul 5 juta yang seluruh rekapan datanya sudah disimpan Kemensos," jelasnya.

Dari penyempurnaan data itu, lanjut Risma, ada enam daerah termasuk Papua dan Nusa Tenggara Timur yang masih terkendala sulitnya aksesibilitas, karena sebagian besar masyarakat adanya masih tinggal di dalam hutan.

Selain itu, menyempurnakan data ini dimaksudkan agar sinkron dengan data kependudukan, sesuai kesepakatan Strategi Nasional (Stranas) KPK.

Editor: Kurniati Syahdan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11