Kemenristek Dilebur, Satgas: Vaksin Merah Putih Tetap Jalan

"Karena vaksin ini tidak hanya menyelesaikan masalah kapasitas vaksin di tingkat nasional, tetapi juga global."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 16 Apr 2021 08:43 WIB

Author

Heru Haetami

Kemenristek Dilebur, Satgas: Vaksin Merah Putih Tetap Jalan

Peneliti bekerja mengembangkan vaksin Merah Putih di laboratorium PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). (Antara/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta-  Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan pengembangan Vaksin Merah Putih akan tetap dilanjutkan meski ada pemisahan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional. Wiku mengatakan keputusan yang diambil oleh pemerintah tersebut telah melalui berbagai macam pertimbangan dan keputusan yang diambil telah mempertimbangkan kerugian dan keuntungannya.

"Pemerintah berkomitmen untuk tetap meneruskan proses pengembangan vaksin Merah-Putih. Karena vaksin ini tidak hanya menyelesaikan masalah kapasitas vaksin di tingkat nasional, tetapi juga global. Mengingat masih ada kurang lebih 130 negara yang belum terakses vaksin covid-19 sama sekali," kata Wiku dalam siaran pers secara virtual, Kamis (15/4/2021)

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menambahkan pengembangan Vaksin Merah Putih merupakan hasil inovasi anak bangsa dan merupakan aset intelektual negara untuk investasi jangka panjang dan pengembangan vaksin ini pasti akan sepenuhnya didukung oleh pemerintah.

Sebelumnya Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyampaikan perkembangan terbaru pengembangan vaksin COVID-19 Merah Putih.

Dua perusahaan farmasi yaitu PT Bio Farma dan PT Biotis Prima Agrisindo sudah siap memproduksi vaksin Merah Putih, masing-masing yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Universitas Airlangga.

Bambang memastikan pengembangan vaksin merah putih sepenuhnya dilakukan di dalam negeri. Ia mengatakan pentingnya kemandirian vaksin untuk kebutuhan imunisasi jangka panjang di Indonesia.

Bambang menyebutkan ada enam institusi yang tengah mengembangkan vaksin merah putih. Di antaranya Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dengan subunit protein rekombinan, LIPI dengan protein rekombinan, Universitas Airlangga dengan inactivated virus dan adenovirus, Institut Teknologi Bandung dengan subunit protein rekombinan dan adenovirus vector.

Kemudian ada Universitas Gajah Mada menggunakan subunit protein rekombinan serta Universitas Indonesia mengembangkan vaksin menggunakan DNA, mRNA dan virus-like-particles.

"Dari enam yang sedang bekerja ini ada dua yang perkembangannya paling cepat yaitu dari Eijkman dengan protein rekombinan khususnya yang ekspresi Yeast, di mana PT Bio Farma sudah siap menjadi pihak manufacturingnya. Satu lagi yang juga berproses cukup cepat adalah Universitas Airlangga dengan menggunakan inactivated virus dan sudah mendapat mitra industri yaitu PT Biotis," kata Bambang dalam konferensi pers bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Rabu (14/4/2021).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10