Kemenko Perekonomian: Pemulihan Ekonomi Terjadi Sejak Kuartal III/2020

Sektor yang tetap tumbuh positif pada masa pandemi antara lain sektor pertanian, informasi dan komunikasi (infokom), dan jasa kesehatan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 29 Apr 2021 08:34 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Kemenko Perekonomian: Pemulihan Ekonomi Terjadi Sejak Kuartal III/2020

Ilustrasi operasi pasar jelang Idulfitri.

KBR, Jakarta- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mengungkapkan pemulihan ekonomi nasional terjadi sejak kuartal III/2020.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan pemulihan ekonomi terlihat dari sisi permintaan, peningkatan konsumsi masyarakat, investasi, dan realisasi ekspor.

"Alhamdulillah sejak kuartal III-2020 yang lalu terjadi perbaikan dari sisi demand maupun dari supply-nya. Walaupun kemarin terkontraksi minus 2,07 persen di 2020, namun sinyal positif sudah mulai terlihat sejak kuartal III-2020 sampai dengan saat ini yang memasuki kuartal II-2021," ujar Susiwijono dalam webinar 'Pemulihan Ekonomi untuk Sektor UMKM Nasional' (28/04/21).

Menurut Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, ekonomi dalam negeri sempat terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Bahkan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen pada kuartal II-2020.

"Pertumbuhan ekonomi kita di sisi demand didorong oleh peningkatan konsumsi karena share-nya 57,7 persen. Kemudian tumbuhnya investasi PMDB kita share-nya cukup tinggi juga 31,7 persen, dan peningkatan realisasi ekspor kita," katanya.

Selain itu, konsumsi pemerintah juga memberikan kontribusi yang cukup besar pada perekonomian nasional. Jika dilihat, dari sisi supply, sektor utama yang pulih antara lain industri pengolahan, perdagangan, dan pertambangan.

Sedangkan sektor yang tetap tumbuh positif pada masa pandemi antara lain sektor pertanian, informasi dan komunikasi (infokom), dan jasa kesehatan.

Pemerintah mencatat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per 16 April 2021 mencapai Rp134,07 triliun dari pagu anggaran Rp699,43 triliun.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10