Kemenkes : Belum Ada Rencana Menutup Perjalanan dari Negara Selain India

Ada 26 WNA dari India yang terkonfirmasi positif Covid-19.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 28 Apr 2021 08:56 WIB

Author

Astri Yuanasari

Kemenkes : Belum Ada Rencana Menutup Perjalanan dari Negara Selain India

Indonesia larang masuk warga negara asal India. Foto: Satgas Covid-19.

KBR, Jakarta- Pemerintah Indonesia melarang warga India dan pelaku perjalanan dari India masuk ke Indonesia per Sabtu, 24 April 2021. Hal itu dilakukan untuk mencegah agar kasus Covid-19 di tanah air tidak berkembang seperti di India.

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyatakan pemerintah belum ada rencana menutup perjalanan dari negara selain India. Sebab, belum ada negara lain yang lonjakan kasusnya sebanyak di India.

"Tentunya untuk menjaga negara kita tidak adanya permasalahan ini makanya kita menutup, sama sih seperti negara-negara lain kan juga, seperti misalnya Inggris itu juga melakukan kewaspadaan. Tentunya ini kasus per kasus, tidak bisa kita generalisir karena saat ini, di sisi lain tidak ada negara yang kejadiannya seperti apa yang dialami oleh India. Kita tahu negara-negara di Eropa terjadi peningkatan kasus tapi kemudian mereka bisa mengendalikan kasus tersebut jadi tentunya nanti dilihat tergantung kebutuhan," kata kata Nadia kepada KBR, Selasa (27/4/2021).

Nadia mengatakan saat ini sudah ada 26 WNA dari India yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka menjalani isolasi dan melakukan pemeriksaan whole genom sequencing atau pengurutan keseluruhan genom. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi varian baru virus corona yang berpotensi dibawa oleh pendatang dari India.

Kata dia, pemeriksaan dilakukan secara intensif di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), bekerja sama dengan 17 laboratorium di Indonesia. Nadia menyebut, hasil pemeriksaan ini baru akan keluar pada Jumat, (30/4/2021).

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak