Kecelakaan Kapal Selam KRI Nanggala, Presiden Jokowi: Fokus Keselamatan Awak

"Pemerintah telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam kapal selam tersebut,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 22 Apr 2021 19:18 WIB

Author

Astri Yuanasari

Kecelakaan Kapal Selam KRI Nanggala, Presiden Jokowi: Fokus Keselamatan Awak

Kapal selam KRI Nanggala 402 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Bali, Rabu, 21 April 2021.

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini fokus utama pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 adalah keselamatan awak kapal. KRI Nanggala-402 sebelumnya hilang kontak saat sedang melaksanakan latihan di perairan utara pulau Bali, Rabu (21/4) kemarin. 

Jokowi juga telah meminta semua pihak mengerahkan kekuatan agar KRI Nanggala-402 segera ditemukan.

"Saat ini panglima TNI dan Kasal memimpin langsung upaya pencarian di lapangan dan juga telah memerintahkan panglima TNI, Kasal dan Basarnas bersama-sama dengan instansi terkait lainnya untuk mengerahkan segala kekuatan dan upaya yang optimal mungkin melakukan upaya pencarian dan penyelamatan prioritas utama adalah keselamatan 53 awak kapal," kata Jokowi dalam keterangan Pers, Kamis (22/4/2021).

Jokowi juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar upaya pencarian dan penyelamatan ini diberikan kemudahan, sehingga dapat segera ditemukan dan seluruh awaknya dalam keadaan selamat.

"Pada keluarga awak kapal saya memahami betul perasaan bapak ibu semuanya saat ini tapi sekali lagi, pemerintah telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam kapal selam tersebut," pungkasnya.

TNI Angkatan Laut mengerahkan sebagian besar alat pencarian untuk menemukan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan Bali, Rabu, (21/4/2021).

Menurut juru bicara TNI Achmad Riad, ada lima KRI pencari dan satu helikopter yang diturunkan, beberapa di antaranya sudah sampai lokasi.

"Saat ini ada lima KRI dan satu helikopter yang melakukan pencarian, dengan kekuatan lebih dari 400 orang. Kemudian juga ada penawaran bantuan yang pertama dari Singapura, yang menggunakan kapal penyelamat diperkirakan akan sampai ke lokasi pada 24 April, kemudian Malaysia juga menawarkan kapal Mega bakti yang akan datang pada 26 April," ujar Achmad dalam konferensi pers, Kamis, (22/04/2021).

Juru bicara TNI Achmad Riad menjelaskan, selain kapal TNI dan kapal negara sahabat yang akan menuju lokasi, Basarnas, BPPT dan KNKT juga akan segera bergabung.KRI Nanggala 402 menjadi bagian dari alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia sejak 1981. Kapal ini diproduksi oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman pada 1979. Nama Nanggala diambil dari nama senjata dalam tokoh pewayangan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10