Kasus Pelanggaran Etik dan Disiplin Polisi Meningkat, Kadiv Propam Polri Minta Maaf

Fredi berjanji untuk mengkaji lebih lanjut penyebab tingginya pelanggaran yang dilakukan anggotanya selama ini.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 13 Apr 2021 16:38 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Kasus Pelanggaran Etik dan Disiplin Polisi Meningkat, Kadiv Propam Polri Minta Maaf

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kasus pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian meningkat setiap tahun, bahkan pada 2020 jumlahnya meningkat signifikan dari 2.500an kasus di tahun 2019, meningkat menjadi 3.000 lebih kasus ditahun kemarin.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Mabes Polri Ferdy Sambo, bahkan meminta maaf atas tingginya kasus pelanggaran yang dilakukan anak buahnya tersebut.

"Terjadi peningkatan jumlah pelanggaran anggota Polri secara kualitas dan kuantitas. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Kapolri terhadap pelaksanaan tugas yang belum maksimal dari Divisi Propam Polri dan jajaran sehingga terjadi peningkatan secara kualitas dan kuantitas dalam pelaksanaan kegiatan pelanggaran anggota di lapangan," kata Sambo dalam sambutannya di Rakernis Divisi Propam Polri, Selasa (13/4/2021).

Fredi menjabarkan beberapa pelanggaran anggota kepolisian yang naik signifikan, diantaranya pelanggaran kode etik, di mana pada 2019 berjumlah 1.000an kasus di tahun 2020 menjadi 2.000an kasus atau naik 2 kali lipat. 

Kemudian pelanggaran pidana naik 60 persen, dari semula 600an kasus di tahun 2019 menjadi 1.000 lebih kasus di tahun lalu.

Atas rapor merah yang didapat kepolisian terkait perangai anggotanya, Fredi berjanji untuk mengkaji lebih lanjut penyebab tingginya pelanggaran yang terjadi selama ini. 

Ia menargetkan ke depan, jumlah tersebut akan terus menurun beriringan dengan perbaikan kualitas penanganan kasus di kepolisian.

"kami laporkan kepada Bapak Kapolri bahwa Div Propam Polri bersama tim independen dari akademisi sedang berlangsung pelaksanaan penelitian dan survei tentang penyebab meningkatkan pelanggaran anggota Polri. Sehingga dengan data yang tepat, melalui penelitian dan survei akurat dapat dirumuskan pula penanganan pelanggaran Polri ke depan," tutur Sambo.

Sementara itu Kapolri Listyo Sigit Prabowo meminta Propam bertindak transparan dalam menangani pelanggaran-pelanggaran anggotanya.

"Tidak mudah kemudian kita mau transparan, kemudian mau terbuka untuk kemudian kita mau tahu tentang kekurangan-kekurangan kita. Karena masih banyak yang tabu terhadap hal-hal seperti itu. Namun sebagai organisasi modern yang ingin berubah menjadi lebih baik, maka keterbukaan, transparansi itu mutlak kita lakukan. Karena tanpa adanya masukan, tanpa kita membuka ruang untuk itu, maka kita ibarat katak dalam tempurung," kata Sigit dalam sambutannya di Rakernis Divisi Propam Polri, Selasa (13/4/2021).

Kendati demikian Sigit memandang peningkatan pelanggaran ini sebagai bentuk harapan dan kepercayaan, dari masyarakat yang telah membuat aduan ke Propam agar Polri lebih baik. Menurutnya, kepercayaan ini harus dijawab dengan perubahan di tubuh Korps Bhayangkara itu.

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri