Jika Terlena, Indonesia Bisa Alami 'Tsunami' COVID-19 seperti India

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ledakan kasus di India disebabkan mutasi baru virus SARS-CoV-2 serta kurang waspada dan longgarnya protokol kesehatan.

BERITA | NASIONAL

Senin, 19 Apr 2021 21:27 WIB

Author

Astri Septiani

Jika Terlena, Indonesia Bisa Alami 'Tsunami' COVID-19 seperti India

Calon penumpang memadati terminal keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Minggu (18/4/2021). (Foto: ANTARA/Arnas Padda)

KBR, Jakarta - Ledakan kasus COVID-19 di India menjadi perhatian banyak pihak di Indonesia.

Jika pemerintah dan masyarakat lalai, tidak mungkin ledakan kasus positif COVID-19 yang seperti gelombang 'tsunami' juga terjadi di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ledakan kasus di India disebabkan mutasi baru virus SARS-CoV-2 serta kurang waspada dan longgarnya protokol kesehatan.

Budi Gunadi mengingatkan supaya kasus di India tidak terjadi di Indonesia, masyarakat Indonesia mesti tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan.

Selain itu, kata Budi, semua pihak harus mematuhi peraturan PPKM mikro yang dinilai telah mampu menurunkan kasus Covid19 di tanah air.

"PPKM mikro dan vaksinasi sudah dapat menurunkan laju penularan, kasus konfirmasi, ketersediaan rumah sakit. Tapi tolong kita jaga diri kita, tetap waspada. Tetap hati-hati dengan menaati protokol 3M, mematuhi aturan PPKM mikro yang menurut kami sudah sangat baik jalannya. Kalau itu bisa dijalankan insyaallah di masa Ramadan dan Idulfitri kita tidak usah mengalami seperti di India," kata Budi di kanal Youtube Sekretariat Presiden Senin (19/4/2021).

Di India saat ini penambahan kasus Covid19 mencapai lebih dari 200 ribu kasus perhari. Fasilitas kesehatan dilaporkan tak mampu menampung banyaknya pasien baru Covid-19 tersebut.

Dipicu kerumunan

Sebelumnya, Juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut saat ini kasus COVID-19 di dunia melonjak hingga 9 persen, dan angka kematian naik 5 persen.

Menurut Wiku, lonjakan kasus dunia salah satunya disebabkan ledakan kasus di India.

Wiku mengatakan lonjakan kasus di India terjadi karena adanya kegiatan berkerumun yang tidak dilarang oleh pemerintah India, hingga menyebabkan terjadinya klaster baru COVID-19.

Meski begitu, Wiku mengatakan tren lonjakan kasus dunia itu justru bertolak belakang dengan kasus COVID-19 yang menurun di tanah air.

"Dalam beberapa bulan terakhir di Indonesia menunjukan banyak perbaikan penanganan kasus covid-19 di Indonesia. Sebagai contoh, pada minggu ini terjadi penurunan sebesar 14,2 persen pada penambahan kasus positif dan penurunan sebesar 17,6 persen pada penambahan kematian. Perkembangan kasus ke arah positif ini sebaiknya jangan kita jadikan alasan untuk jadi acuh dan lalai," kata Wiku saat konferensi pers terkait kasus mingguan Covid-19, Kamis (15/4/2021).

Meski tren kasus dalam negeri berbanding terbalik dengan kasus dunia, kata Wiku, masyarakat harus tetap disiplin protokol Covid19.

Ia juga mengakui, terkadang keinginan masyarakat dan kebijakan pemerintah tidak berjalan selaras terkait pandemi.

Namun ia memastikan segala keputusan pemerintah diambil untuk menekan terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri