Banyumas Tambah Kuota Vaksin dan Sediakan Fasilitas AntarJemput Lansia

Antar jemput lansia ini diharapkan, bisa menarik minat dan memudahkan para lansia sampai lokasi vaksinasi

BERITA | NASIONAL

Rabu, 21 Apr 2021 14:38 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto, Yovinka Ayu

Banyumas Tambah Kuota Vaksin dan Sediakan Fasilitas AntarJemput Lansia

Vaksinasi Covid-19 di Jakarta. (Foto: Antara / Hafidz)

KBR, Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menambah kuota harian vaksinasi massal Covid-19 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Satria, Purwokerto. 

Selain itu, Pemkab juga menyediakan layanan antar jemput untuk lansia yang berada di sekitar kawasan.

“Kuota vaksinasi untuk lansia di GOR Satria ini ditambah. Yang semula 750, disediakan sampai dengan 1.000 dosis vaksin. Antar jemput kepada para lansia, untuk di wilayah eks-Kotip Purwokerto, sudah mulai dilaksanakan,” kata Achmad Husein, Rabu (21/4/2021).

Dengan pengadaan fasilitas antar jemput lansia ini, diharapkan bisa menarik minat dan memudahkan para lansia sampai lokasi vaksinasi. 

Menurut Achmad, para lansia yang hendak menuju posko, cukup berkumpul di balai kelurahan setempat dan menunggu mobil jemputan petugas.

Sebelumnya pemerintah Kabupaten Banyumas membatasi peserta vaksinasi massal untuk lansia. Alasannya, stok vaksin tidak mencukupi. Achmad bahkan mengatakan pemangkasan kuota juga cukup signifikan, dari semula 2.000 peserta per hari menjadi 500 saja.

Distribusi dihentikan

Pembatasan tersebut dilakukan lantaran distribusi vaksin dari pusat ke daerah di hentikan sementara, mengingat beberapa negara pembuat vaksin Covid-19 melakukan embargo.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bahkan mengatakan pemerintah akan menurunkan target sementara capaian vaksinasi harian. Ia khawatir jika vaksin yang ada dikeluarkan semua malah akan menimbulkan kegaduhan saat stok tak tersisa.

“Gara-gara ada lonjakan kasus, India embargo vaksinnya, sehingga kita kehilangan 10 juta dosis yang harusnya kita peroleh dari kerja sama dengan GAVI atau WHO yang gratis itu. Tadinya kita rencana dapat 11,7 juta, tapi sekarang kita dapatnya hanya 1,3 atau 1,4 juta, kemudian sisanya berhenti,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (06/4/2021).

Namun pekan lalu Indonesia baru saja mendapat 6 juta dosis vaksin Sinovac. ini adalah kali kedelapan China mengirimkan vaksin dalam bentuk bahan baku kepada Indonesia. 

Nantinya PT Bio Farma akan mengolah bahan baku tersebut menjadi 4 juta vaksin siap pakai, yang akan segera didistribusikan ke berbagai daerah.

Budi juga mengatakan, saat ini Indonesia tengah melakukan diplomasi kebeberapa negara pembuat vaksin, agar target vaksinasi bisa kembali sesuai rencana.

Editor : Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menyekat Pemudik Nekat

Kabar Baru Jam 10