Airlangga Optimistis Investasi akan Meningkat di Triwulan II 2021

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun berikutnya akan lebih tinggi dari tahun ini.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 30 Apr 2021 09:04 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Airlangga Optimistis Investasi akan Meningkat di Triwulan II 2021

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Pemerintah optimistis investasi akan terus meningkat di triwulan kedua tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan investasi akan memberikan pengaruh positif pada upaya pemulihan ekonomi nasional.

"Momentum pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung, tercermin dari berbagai indikator yang menunjukan perbaikan. Dari sisi konsumsi, indeks keyakinan konsumen penjualan ritel terus membaik. Bahkan penjualan kendaraan bermotor meningkat 28 persen di bulan Maret, seiring dengan kebijakan insentif PPnBM. Di sisi investasi, suryei kegiatan dunia usaha telah berada di level yang positif dan diproyeksikan terus meningkat di triwulan kedua 2021," sebutnya dalam webinar bertajuk Transformasi Ekonomi: Mendorong Investasi di Indonesia Melalui Implementasi UU Cipta Kerja, Kamis (29/04/21).

Salah satu faktor yang menjadi pemicu adalah program vaksinasi nasional yang saat ini tengah berjalan.

"Kesempatan vaksinasi terus diupayakan. Di mana tanggal 27 April 2021 sebanyak 19,1 juta dosis telah disuntikan dan akan terus ditambah kesempatan vaksinasi hingga mencapai 507 dosis per hari. Seiring dengan penanganan pandemi yang semakin membaik, ekonomi Indonesia di prediksi rebound di tahun 2021. Dan diproyeksikan ekonomi kita akan tumbuh di 4,5 sampai 5,3 persen di tahu 2021," sebutnya dalam webinar bertajuk Transformasi Ekonomi: Mendorong Investasi di Indonesia Melalui Implementasi UU Cipta Kerja, Kamis (29/04/21).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun berikutnya akan lebih tinggi dari tahun ini.

"Kisarannya di 5,4 sampai 6 persen di tahun 2022," ucapnya.

Dalam mengupayakan pencapaian proyeksi tersebut, menurut Airlangga, Indonesia akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi mulai kuartal II tahun ini untuk mengurangi beban target yang diinginkan.

"Pemerintah terus mengupayakan agar pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua dapat mencapai di kisaran 6,7 sampai 7 persen," tegasnya.

Faktor Undang-Undang Cipta Kerja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengklaim peningkatan investasi dapat terjadi karena pemerintah melahirkan kebijakan berupa Undang-Undang Cipta Kerja.

Ia juga menekankan implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja untuk mendukung upaya reformasi struktural, akan menjadi faktor pendongkrak ekonomi di jangka menengah.

"Untuk itu dibutuhkan reformasi struktural agar ekonomi Indonesia dapat dipacu lebih tinggi lagi. Dalam menjalankan transformasi struktural, meningkatkan investasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah mengeluarkan UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja," tegasnya.

Menurutnya, UU Cipta Kerja diterbitkan untuk membebaskan Indonesia dari middle income trap atau kegagalan suatu negara untuk naik kelas dari pendapatan menengah-bawah, sehingga selanjutnya bergerak menjadi negara maju. Airlangga mengklaim, UU Cipta Kerja menerima apresiasi positif dari berbagai lembaga internasional.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu