68 Juta Orang Obesitas di Indonesia Rawan Terkena Diabetes

Orang dengan obesitas juga cenderung memiliki jaringan lemak putih lebih banyak. Jaringan ini bersifat menyimpan energi tanpa membakarnya

BERITA | NASIONAL

Senin, 19 Apr 2021 15:06 WIB

Author

Resky Novianto

68 Juta Orang Obesitas di Indonesia Rawan Terkena Diabetes

Anak penderita obesitas di Karawang. (Foto: KBR / Arie)

KBR, Jakarta - Sebanyak 68 juta orang dewasa di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau Obesitas. 

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika mengatakan hal itu bisa menjadi faktor utama penyebab diabetes awal.

"Data-data yang ada Indonesia, obesitas sebagai cikal bakal pre-diabetes atau sindrom metabolik atau diabetes. Kalau orang dewasa boleh dikatakan satu dari tiga orang itu sudah mulai obesitas atau overweight, tantangan nya besar sekali kalau orang obesitas ini calon orang pre diabetes atau orang diabetes kalau kita tidak mengintervensinya," ujar Ketut dalam Peringatan Hari Diabetes Nasional 2021 di Kanal Youtube Kemenkes, Senin (19/4/2021).

Menurut Ketut saat ini lebih dari dua pertiga pasien diabetes, tidak menyadari dirinya terkena penyakit itu, sebagian besar penderita datang ke pusat layanan kesehatan dalam keadaan parah atau sudah komplikasi. 

Maka itu ia menyarankan agar masyarakat dengan kelebihan berat badan, rajin memeriksakan tingkat gula darahnya. Selain itu, mengatur pola hidup sehat seperti makan dan berolahraga secara teratur, bisa membantu mengurangi risiko diabetes.

Orang dengan obesitas juga cenderung memiliki jaringan lemak putih lebih banyak. Jaringan ini bersifat menyimpan energi tanpa membakarnya, bahkan jika terlalu banyak akan mengganggu kerja dari insulin.

Insulin adalah hormon yang bekerja menormalkan kadar gula dalam darah, jika kinerjanya terhambat maka memicu menyebarnya gula berlebih ke sel-sel di dalam tubuh.

Diabetes juga tidak hanya menyerang orang dewasa, pada remaja dan anak juga bisa terjadi. Biasanya pada remaja dipengaruhi faktor makanan yang tidak sehat, dan konsumsi gula yang berlebih dari minuman ataupun camilan, ditambah lagi dengan minimnya aktivitas yang dilakukan.

Sedangkan pada anak, biasanya penyakit ini diturunkan dari orang tuanya. Untuk itu, banyak ahli yang menyarankan wanita yang sedang hamil melakukan olahraga ringan, pasalnya olahraga dapat mengurangi risiko penyakit diabetes dan metabolik lainnya diturunkan.

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri