Pembahasan Omnibus Law Ketenagakerjaan Ditunda, Buruh Batal Demo

"Inilah momentum bagi kita semua, termasuk kaum buruh, untuk menjaga persatuan Indonesia dalam melawan Covid-19 dan mengatur strategi bersama mencegah darurat PHK setelah pandemi."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Apr 2020 18:23 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pembahasan Omnibus Law Ketenagakerjaan Ditunda, Buruh Batal Demo

Buruh dan mahasiswa yang tergabung di Gerakan Rakyat Menolak (GERAM) demonstrasi menolak omnibus law di Makassar, Sulawesi Selatan (11/3/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani menyatakan bahwa pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja kluster Ketenagakerjaan ditunda.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun membatalkan rencana demonstrasi terkait hal tersebut.

"Serikat buruh termasuk KSPI dengan ini menyatakan batal atau tidak jadi melakukan aksi pada tanggal 30 April 2020 di DPR dan Kemenko Perekonomian," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam siaran persnya yang dilansir Antara, Jumat (24/4/2020).

"Keputusan Presiden Jokowi inilah momentum bagi kita semua, termasuk kaum buruh, untuk menjaga persatuan Indonesia dalam melawan Covid-19 dan mengatur strategi bersama mencegah darurat PHK setelah pandemi Coronavirus Disease 2019," kata dia lagi.

Lihat Juga: Tolak Omnibus Law, Tiga Kelompok Buruh Besar Bergabung Jadi Satu

KSPI bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menegaskan RUU Cipta Kerja kluster Ketenagakerjaan harus dibahas ulang dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Namun, pembahasan tersebut hendaknya baru dilakukan setelah pandemi selesai. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Eazy Passport, Solusi Ditjen Imigrasi di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17