Ma'ruf Amin: Hindari Ibadah Berjamaah di Zona Merah Covid-19

"Terutama di daerah yang merah, tidak boleh dilakukan di masjid secara berjamaah. Memang beribadah secara berjamaah itu pahalanya banyak, tapi di sana ada bahaya,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Apr 2020 19:48 WIB

Author

Fadli Gaper, Astri Yuana Sari

Ma'ruf Amin: Hindari Ibadah Berjamaah di Zona Merah Covid-19

ilustrasi salat berjamaah di masjid

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan ibadah termasuk salat secara berjamaah tidak boleh dilakukan selama wabah virus corona. Apalagi di daerah-daerah yang dinyatakan sebagai zona merah COVID-19.

"Ibadah yang kami lakukan seharusnya dilakukan di rumah, yakni tarawih di rumah, tadarus di rumah. Terutama di daerah yang merah, tidak boleh dilakukan di masjid secara berjamaah. Memang beribadah secara berjamaah itu pahalanya banyak, tapi di sana ada bahaya," kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Ma'ruf Amin memahami, beribadah secara berjamaah akan mendapatkan banyak pahala. Tapi di masa pandemi COVID-19 saat ini, kegiatan itu justru akan menimbulkan kerusakan atau 'mudarat', apabila tetap dilakukan. 

"Mudarat itu bisa untuk dirinya sendiri, dan juga orang lain," kata bekas Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Sebelumnya, Tokoh Agama, Muhammad Quraish Shihab mengungkapkan tidak ada alasan untuk bersikeras harus ke masjid untuk melakukan ibadah Ramadhan.

Ia menyebut, ibadah Ramadan yang hukumnya wajib ada 2, yaitu puasa dan zakat. Kedua ibadah wajib tersebut, lanjut Quraish, tak ada kaitannya dengan kondisi pandemi Covid-19, karena bisa dilakukan di rumah.

Sementara untuk ibadah sunah seperti salat tarawih, Quraish meminta masyarakat tak perlu memaksakan diri melakukannya di masjid, dalam kondisi pandemi saat ini.

"Nabi hanya melakukannya (tarawih di masjid) 3 kali, 3 malam berturut-turut. Kemudian setelah itu beliau melaksanakannya di rumah. Itu demikian, kalau kita tidak ke masjid, itu tidak ada masalah. Bahkan kita bisa berkata, kalau kita salat di rumah, itu justru meneladani Rasul SAW yang salat di rumah," kata Quraish melalui video conference, Jumat (24/4/2020) lalu.

Quraish Shihab menambahkan, ibadah bukan hanya yang berbentuk ritual. Namun, dapat mencakup amal saleh, dan semua kegiatan yang positif.

"Amal itu adalah penggunaan daya, daya yang dimaksud daya fikir, daya fisik, daya kalbu, daya hidup. Selama itu digunakan dan bersifat saleh, yakni sesuai dengan nilai-nilainya, maka itu adalah ibadah," imbuhnya.

Ulama Quraish mengajak umat Islam untuk mengikuti kebijakan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus corona dengan beribadah di rumah.

"Jadi adalah kewajiban setiap warga untuk mengikuti kebijakan pemerintah yang didukung oleh para ahli. Sehingga bisa dikatakan berdosalah mereka yang melanggar ketetapan-ketetapan itu, berdosalah mereka tidak mengikuti ketentuan-ketentuan itu. Karena apa yang ditentukan itu tidak bertentangan dengan ajaran agama dan hidup kita. Mengikuti itu baik senang maupun tidak senang, itu yang harus diingat oleh setiap kita," pungkasnya.  

Editor: Kurniati Syahdan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Eazy Passport, Solusi Ditjen Imigrasi di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17