DPR: Kartu Prakerja Tidak Efektif Atasi Dampak Pandemi

"Warga saat ini butuh jaminan pangan dan sumber uang. Memberi bahan pangan dan bantuan langsung lebih berfungsi dari pada mengasah skill dengan pelatihan."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Apr 2020 15:29 WIB

Author

Heru Haetami, Adi Ahdiat

DPR: Kartu Prakerja Tidak Efektif Atasi Dampak Pandemi

Seorang pemuda hendak mendaftar program Kartu Prakerja di Jakarta, Senin (20/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Sejumlah Anggota DPR menilai pelatihan daring dalam program Kartu Prakerja tidak efektif untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Hal ini diutarakan Anggota DPR Komisi Pendidikan dari Partai Demokrat Dede Yusuf.

"Saya melihat yang dibutuhkan masyarakat satu bulan, dua bulan ke depan adalah makan. Itu yang paling penting. Menurut saya pelatihan online saat ini nggak perlu," kata Dede saat diskusi virtual di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

"Anggaran Rp20 triliun kalau hanya sekedar pelatihan online, lalu orang hanya mendapatkan Rp600.000, menurut saya tidak. Ganti dengan sembako," usul Dede.

Anggota DPR Komisi Ketenagakerjaan dari PDI-P Mochamad Nabil Haroen juga sependapat.

"Warga saat ini butuh jaminan pangan dan sumber uang. Memberi bahan pangan dan bantuan langsung lebih berfungsi dari pada mengasah skill dengan pelatihan. Skema pelatihan untuk peningkatan skill itu bermanfaat pada situasi normal, dengan kondisi ekonomi yang bertumbuh. Pada saat krisis, pelatihan itu salah sasaran," kata Nabil.

Berita Terkait: 26 Juta Warganya Kehilangan Kerja, Ini yang Dilakukan Amerika

Pandangan serupa disampaikan Anggota DPR Komisi Ketenagakerjaan dari PAN Saleh Partaonan Daulay.

Ia menilai peluncuran Kartu Prakerja ini momennya tidak tepat, karena pemerintah mestinya fokus pada penanganan dan antisipasi penyebaran Covid-19. Saleh juga menilai pelatihan daring tidak bisa menjamin peningkatan keahlian.

"Apakah mereka-mereka yang terlatih atau dilatih seperti itu (daring) bisa memiliki keahlian seperti yang diharapkan? Karena memang praktinya tidak ada‎," kata Saleh.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Eazy Passport, Solusi Ditjen Imigrasi di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17