Polisi Galang Dukungan untuk Pilpres 2019? Ini Jawaban Jokowi

“Enggak sekali dua kali saya sampaikan di Rapim TNI/Polri. Di rapat-rapat TNI dan Polisi, saya sampaikan"

NASIONAL

Selasa, 02 Apr 2019 12:20 WIB

Author

Dian Kurniati

Polisi Galang Dukungan untuk Pilpres 2019? Ini Jawaban Jokowi

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah kanan) mengunjungi posko pengungsian korban banjir bandang Sentani di GOR Toware, Jayapura, Papua, Senin (1/4/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Calon presiden petahana Joko Widodo  membantah meminta bantuan polisi untuk menggalang dukungan pada Pilpres 2019 . Saat menjalankan tugas sebagai presiden, Jokowi mengklaim telah berpesan pada TNI dan Polri agar selalu netral.

Ia pun meyakini, TNI dan Polri saat ini tetap netral dalam menjaga keamanan Pemilu  serentak, dua pekan lagi.

“Enggak sekali dua kali saya sampaikan di Rapim TNI/Polri. Di rapat-rapat TNI dan Polisi, saya sampaikan bahwa politik TNI dan Polri adalah politik negara. Harus bisa menjaga netralitas, sudah jelas sekali. Saya kira tidak perlu saya ulang-ulang,” kata Jokowi di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin malam (01/04/19).

Jokowi enggan berkomentar banyak mengenai kabar polisi yang tak netral tersebut. Meski begitu, kata Jokowi, setiap pelanggaran Pemilu bisa langsung dilaporkan pada Bawaslu.

Isu bantuan polisi menggalang dukungan untuk Jokowi tersebut diungkapkan bekas Kapolsek Pasirwangi Sulman Aziz. Sulman mengaku pernah menerima instruksi dari Kapolres Garut agar memetakan pendukung capres-cawapres, dan menggalang dukungan untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019.  Belakangan Sulman mencabut kesaksiannya itu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Tarik Ulur Pelarangan Minyak Goreng Curah

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kala Berbahasa Indonesia Mesti Diatur dalam Perpres