Boikot Pemilu di Papua, ULMWP Gelar Doa Bersama

"Justru didukung oleh tokoh gereja, tokoh agama, tokoh adat. Kami menyatakan sebagai orang Papua"

NASIONAL

Jumat, 05 Apr 2019 13:55 WIB

Author

Astri Septiani

Boikot Pemilu di  Papua, ULMWP Gelar Doa Bersama

Seruan ULMWP

KBR, Jakarta- Kepala Biro Politik United Liberation Movement For West Papua (ULMWP), atau Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat, Bazoka Logo menyatakan saat ini di Papua sedang melaksanakan aksi doa bersama sebagai sikap masyarakat papua Barat yang menyatakan bukan bagian dari Ideologi Indonesia dan menginginkan untuk merdeka. Kata dia, doa bersama tersebut dilakukan oleh masyarakat di rumah maupun tempat ibadah di masing-masing lingkungan tempat tinggal. 

Bazoka menambahkan, masyarakat tak melakukan aksi demo dan memilih doa bersama di lingkungan masing-masing sebab khawatir akan dikriminalisasi oleh aparat.

Aksi doa bersama ini juga sebagai bentuk boikot pemilu 17 April mendatang.

"Justru didukung oleh tokoh gereja, tokoh agama, tokoh adat. Kami menyatakan sebagai orang  Papua tanggal 17 kami tidak akan memberikan suara. Itu sudah sangat kuat. Hari ini kuat. Kami tidak akan memberikan suara pada pemilihan presiden pada tanggal 17 April 2019 karena kami bukan orang Indonesia. itu sangat jelas, sangat kuat. Hari ini bagian dari kampanye itu sudah berhasil sangat kuat," kata Bazoka melalui telepon kepada KBR, Jumat (05/04/19)

Bazoka menuding  KPU akan mengklaim bahwa masyarakat Papua banyak yang mencoblos. Dia mengklaim  masyarakat telah sepakat tak akan ke TPS 17 April nanti.


"Kami sudah pastikan KPU provinsi Papua dan Papua Barat akan menipu KPU Pusat dan KPU pusat akan percaya. Tapi itu kebohongan karena buktinya hari ini semua tokoh gereja, organisasi, ini tokoh agama tidak akan pergi ke TPS. KPU akan klaim papua akan lakukan pencoblosan. Kalau KPU bohong pasti KPU akan klaim orang papua melakukan pencoblosan. Itukan potensinya ke sana. Kami sudah tau itu," tutupnya.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.5: Kuliah di Iran, Cerita dari Bahesty Zahra

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17