Skema 'Ganjil-Genap' Kendaraan Mudik Lebaran Diputuskan Awal Puasa

"Bila diterapkan nanti, kendaraan dengan pelat nomor ganjil hanya bisa melalui jalan tol pada tanggal ganjil, serta kendaraan nomor genap pada tanggal genap," kata Luhut.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 20 Apr 2017 15:08 WIB

Author

Dian Kurniati

Skema 'Ganjil-Genap' Kendaraan Mudik Lebaran Diputuskan Awal Puasa

Menteri Koordinator Maritim, Luhut Panjaitan. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Panjaitan menargetkan pembahasan rencana pemberlakuan sistem ganjil genap kendaraan mudik Lebaran 2017 bisa dituntaskan pada Mei mendatang.

Skema pengaturan kendaraan mudik lebaran berdasarkan nomor kendaraan ganjil genap, diyakini Luhut, bis menekan kepadatan arus mudik yang selalu terjadi setiap musim hari raya Lebaran.

Luhut menargetkan, pada pertengahan Mei mendatang atau sekitar awal bulan Ramadhan skema itu bisa diputuskan, termasuk rute jalan tol yang bakal diterapkan skema ganjil genap.

"Ganjil-genap ini sekaligus kita ingin mendisiplinkan bangsa kita sendiri. Ini tidak akan berpengaruh pada libur nasional, kita sudah hitung," kata Luhut usai menggelar Rapat Koordinasi tentang angkutan mudik lebaran di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Luhut Pandjaitan mengatakan saat ini tim dari Kementerian Perhubungan masih mengkaji rencana itu.

"Ini lagi didetilkan. Nanti pada pertengahan Mei atau awal puasa, bisa difinalkan," kata Luhut.

Menteri Luhut menambahkan skema itu diharapkan bisa mengurangi kepadatan jalur mudik, termasuk di pintu keluar Tol Brebes Jawa Tengah atau kerap disebut Brexit. Pintu tol Brexit mengalami kemacetan parah pada musim mudik lebaran tahun lalu.

"Bila diterapkan nanti, kendaraan dengan pelat nomor ganjil hanya bisa melalui jalan tol pada tanggal ganjil, serta kendaraan nomor genap pada tanggal genap," kata Luhut.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan berencana bertemu Kapolri serta jajaran kepolisian khususnya di Jawa Tengah untuk membahas rekayasa lalu lintas jelang lebaran, termasuk mengkaji kemungkinan penerapan sistem ganjil genap.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18