Polisi Ungkap Indikasi Awal Penyebab Kecelakaan di Ciloto Puncak

Akibat kecelakaan itu, menurut Yusri, sebanyak 12 orang meninggal dan 20 lainnya mengalami luka berat.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 30 Apr 2017 17:56 WIB

Author

Yudi Rachman

Polisi Ungkap Indikasi Awal Penyebab Kecelakaan di Ciloto Puncak

Sejumlah warga melihat bus yang jatuh akibat terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/4).


KBR, Jakarta - Tim gabungan dari kepolisian dan Kementerian Perhubungan tengah menyelidiki penyebab kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Juru Bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengatakan, penyelidikan juga melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Ada indikasi dugaan awal adalah remnya yang kurang berfungsi, tetapi ini bisa disimpulkan setelah pemeriksaan saksi ahli, rem blong atau tidak," kata Yusri saat dihubungi KBR, Minggu (30/4/2017).

Sehingga, lanjut Yusri, Bus Kitrans dari arah Jakarta itu meluncur tanpa terkendali.

"Menabrak kendaraan roda empat ada empat dan ada 4 kendaraan roda dua langsung meluncur ke bawah dan turun ke jurang."

Akibat kecelakaan itu, menurut Yusri, sebanyak 12 orang meninggal dan 20 lainnya mengalami luka berat. Korban masih dalam penanganan dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Juru Bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengatakan, polisi dan petugas Kementerian Perhubungan telah mengecek kendaraan dan menggelar razia. Selain itu juga memeriksa kelaikan operasi bus-bus di area puncak. Ditambah lagi, dengan kemiringan jalan 8% mestinya kata Yusri, pengaturan lalu lintas masih terkendali.

"Memang masih sama, 8% kemiringan, hanya situasi yang penuh dengan kemacetah seharusnya bisa terkendali tetapi yang terjadi sekarang kondisi bus-nya sendiri yang memang kurang. Nanti kami selidiki bersama," ungkap Yusri.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes