Kemenaker Telusuri Tempat Penampungan Calon TKI Ilegal di Jakarta

Penyalur TKI ilegal ini memiliki modus operandi tertentu agar tidak mudah terdeteksi. Misalnya, mereka akan membawa para calon TKI keliling Jakarta pada siang hari, dan pulang malam hari.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 07 Apr 2017 00:21 WIB

Author

Bambang Hari, Gilang Ramadhan

Kemenaker Telusuri Tempat Penampungan Calon TKI Ilegal di Jakarta

Ilustrasi. Kantor Imigrasi Medan menggagalkan pengiriman sejumlah calon TKI nonprosedural atau ilegal di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/3/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja menelusuri sejumlah lokasi di Jakarta yang diduga dijadikan tempat penampungan sementara bagi para calon TKI nonprosedural.

Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemenaker, Soes Hindharno mengatakan ada 300 WNI terindikasi akan diberangkatkan ke Arab Saudi sebagai tenaga kerja ilegal.

"Kami keliling Condet, Kampung Melayu dan alamat-alamat seperti dalam laporan yang kita terima. Hari ini terus kita dalami, namun belum ditemukan," kata Soes di Kantor Kemenaker, Kamis (6/4/2017).

Soes mengatakan institusinya belum mengetahui siapa atau lembaga mana yang berencana menyalurkan 300 WNI ke Arab Saudi sebagai pekerja ilegal. Ia belum bisa memastikan apakah penyalurnya itu perusahaan atau perorangan.

"Kita masih cari informasi dari RT dan RW setempat. Katanya kalau mau lokasi datangnya jam 02.00 atau 03.00 dinihari. Kami harus ekstra hati-hati karena kami bukan polisi," tambah Soes.

Soes mengatakan penyalur TKI ilegal ini memiliki modus operandi tertentu agar tidak mudah terdeteksi. Salah satunya, kata Soes, penyalur itu akan membawa para calon TKI keliling Jakarta pada siang hari, dan pulang ke penampungan di malam hari.

"Calon TKI dibawa menggunakan bus pariwisata, keliling Jakarta. Setelah dirasa aman baru mereka kembali ke penampungan," kata Soes.

Baca: Dimana Lokasi Penyekapan TKI di Arab Saudi? Korban: Dekat Pembuangan Sampah   

Laporkan PJTKI

Di tempat lain, LSM advokasi buruh migran Panca Karsa Mataram akan melaporkan sejumlah perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dan beberapa nama sponsor ke polisi.

Koordinator LSM Panca Karsa Mataram, Halwati mengatakan ada tiga PJTKI dan beberapa sponsor itu diduga melakukan kejahatan perdagangan manusia, dengan kedok perusahaan jasa pengiriman buruh migran.

Halwati menduga perusahaan-perusahaan itu bertanggung jawab atas kabar penyekapan 300-an TKI di Riyadh Arab Saudi.

"Ada tiga perusahaan yang dilaporkan, yaitu PT Tirtah Aj Rizi, PT Putera Mandiri dan PT Putera Banten. Sementara ini yang dilaporkan adalah perusahaan di NTB. Lalu ada juga beberapa orang sponsor. Di antara nama sponsor itu ada Ibu Hajah Suci, kemudian Pak Faisal," sebut Halwati kepada KBR, Kamis (6/4/2017).

Halwati mengatakan dari keterangan para korban TKI ilegal yang berhasil dipulangkan ke NTB, perusahaan-perusahaan itu memberangkatkan calon TKI ilegal ke Riyadh Arab Saudi menggunakan paspor pelancong atau wisata yang hanya berlaku 30 hari.

"Selama perjalanan ke Riyadh, mereka juga transit beberapa kali di wilayah tertentu. Dari Lombok ke Jakarta, lalu ke Surabaya, Malaysia, Srilanka, setelah itu ke Doha," kata Halwati.

Dari keterangan korban TKI ilegal, kata Halwati, juga diketahui bahwa di tempat penyekapan TKI di Riyadh itu terdapat warga negara asing yang berasal dari negara-negara tempat transit, seperti warga Malaysia dan Sri Lanka. Ia mengatakan masih mengumpulkan bukti tambahan untuk melaporkan perusahaan-perusahaan dan perorangan itu.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir

Seleksi Capim KPK

Memulai Usaha dengan Modal Minim