Bagikan:

BMKG: Potensi Hujan Petir Hingga Awal Mei

Andi Eka Sakya mengimbau para wisatawan yang hendak mendaki gunung di kawasan Pulau Jawa untuk menimbang atau menjadwal ulang rencana mereka.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 25 Apr 2017 14:00 WIB

Author

Dwi Reinjani

BMKG: Potensi Hujan Petir Hingga Awal Mei

Kilat menyambar di langit Jakarta, Sabtu (1/4/2017). BMKG memperingatkan warga untuk waspada potensi hujan lebat disertai es petir dan angin kencang menjelang pancaroba. (Foto: ANTARA)

KBR, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan potensi hujan deras disertai petir masih akan berlangsung hingga awal Mei 2017 mendatang.

Kepala BMKG Pusat Andi Eka Sakya mengatakan potensi hujan dan petir itu disebabkan banyaknya awan hujan atau Cumulonimbus di sekitar langit Jawa, khususnya pada siang, sore dan menjelang malam.

Menurut Andi, masih tingginya intensitas awan hujan itu karena adanya peralihan musim atau musim pancaroba.

"Ini indikasi proses peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga banyak aktivitas yang mengakibatkan awan hujan di sore hari," kata Andi dalam pesan singkat kepada KBR, Senin (24/4/2017).

Intensitas hujan disertai petir, kata Andi, sering terjadi di area pegunungan yang cenderung memiliki efek orografis atau pergerakan uap air naik ke atas pegunungan. Kondisi itu mengakibatkan area sekitar di sekitarnya lebih berpotensi terjadi kilat, seperti yang terjadi saat ini di wilayah pegunungan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Andi Eka Sakya mengimbau para wisatawan yang hendak mendaki gunung di kawasan Pulau Jawa untuk menimbang atau menjadwal ulang rencana mereka.

"Sampai awal Mei 2017 ini kurang direkomendasikan untuk aktivitas pendakian, karena potensi hujan lebat, angin kencang dan petir masih sangat tinggi," kata Andi menambahkan.  

Meski begitu, Andi mengatakan BMKG belum merekomendasikan penutupan jalur pendakian. Andi mengatakan masyarakat yang akan melakukan pendakian masih diperbolehkan, hanya saja harus hati-hati. Pendaki dianjurkan menjauh dari pepohonan jika hujan mulai turun, kata Andi, karena ada kemungkinan terjadi sambaran petir di area pohon tersebut.

Peringatan Andi Eka Sakya itu dikeluarkan, pasca musibah yang menimpa 11 orang pendaki saat mendaki Gunung Prau, di Dieng, Jawa Tengah. Para pendaki itu tersambar petir pada Minggu (23/4/2017). Sebanyak tiga orang meninggal di lokasi, dan lainnya mengalami luka bakar.

Pada masa peralihan musim ini juga terjadi perubahan cuaca ekstrem seperti hujan es disertai angin kencang di sejumlah daerah. Di Bandung, Jawa Barat, sejumlah pohon tumbang dilanda hujan es dengan ukuran mencapai kelereng mainan anak.

Baca: Hujan Es di Bandung, 63 Pohon Tumbang   
 
Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Rendahnya Serapan APBN hingga Penghujung 2022

Most Popular / Trending