Besok, Presiden Jokowi Lantik Saldi Isra sebagai Hakim MK

"Dia nonpartisan, seorang akademisi yang mumpuni. Kita berharap dia mampu mengambil peran lebih besar dalam membangun citra Mahkamah Konstitusi," ujar Anggota DPR Syarifuddin Sudding.

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Apr 2017 19:47 WIB

Author

Ninik Yuniati, Ria Apriyani

Besok, Presiden Jokowi Lantik Saldi Isra sebagai Hakim MK

Pakar hukum tata negara Universitas Andalas Saldi Isra ketika menjadi ketua Pansel hakim MK di Istana Negara, Jakarta, 5 Januari 2015. (Foto: setkab.go.id)


KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo berencana melantik pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Prof Saldi Isra sebagai hakim Mahkamah Konstitusi yang baru, pada Selasa (11/4/2017).

Saldi Isra bakal menggantikan Patrialis Akbar yang dipecat dari jabatan hakim MK pada 16 Februari 2017 karena tersandung kasus suap di MK.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo mengatakan Presiden Jokowi memilih Saldi Isra berdasarkan penilaian dari tim Panitia Seleksi (pansel). Dari tiga nama yang diajukan Panitia Seleksi kepada Presiden, Saldi Isra mendapat penilaian tertinggi. Penunjukan Saldi Isra, kata Pramono, diharapkan bisa mengangkat kembali pamor MK yang anjlok.

"Diharapkan calon yang terpilih ini bisa memberikan darah segar, semangat baru bagi kredibilitas, pengaruh dan juga marwah dari MK agar wibawanya kembali," kata Pramono di kompleks Istana, Senin (10/4/2017).

Pemilihan hakim konstitusi dilakukan lantaran hakim MK wakil pemerintah, Patrialis Akbar, tersangkut kasus suap terkait uji materi Undang-Undang Peternakan. Presiden Joko Widodo membentuk panitia seleksi dipimpin Harjono, bekas wakil ketua MK. Jokowi menginginkan pemilihan hakim MK dilakukan terbuka dan transparan, ketimbang menunjuk langsung.

Baca juga:


Pilihan Tepat

Anggota Komisi Hukum DPR Sarifuddin Suding menilai penunjukkan Saldi Isra sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) sudah tepat. Latar belakang Saldi sebagai akademisi nonparpol, menurut Sarifuddin Sudding, bisa memperbaiki citra MK di mata masyarakat.

"Dia nonpartisan, seorang akademisi yang mumpuni. Kita berharap dia mampu mengambil peran lebih besar dalam membangun citra Mahkamah Konstitusi," ujar Sudding, di DPR, Senin (10/4/2017).

Sudding menyebut kemampuan Saldi Isra di bidang hukum tata negara sudah tidak diragukan. Beberapa kali, kata Sudding, DPR mengundang Saldi sebagai narasumber terkait hukum ketatanegaraan dan konstitusi.

Saldi Isra sebelumnya dikenal sebagai akademisi dan aktivis anti korupsi. Dia merupakan guru besar di Universitas Andalas. Sejak 2016, dia menjabat sebagai Komisaris Utama Semen Padang.

Baca juga:


Ini bukan kali pertama Presiden Joko Widodo memilih hakim Mahkamah Konstitusi mewakili unsur pemerintah menggunakan sistem seleksi. Pada akhir 2014, Jokowi juga membentuk Panitia Seleksi untuk memilih calon hakim guna menggantikan Ketua MK Hamdan Zoelva yang berakhir masa jabatannya pada 7 Januari 2015.

Bukan kebetulan, Panitia Seleksi itu dipimpin Saldi Isra. Saldi memimpin sejumlah ahli di Pansel calon Hakim MK seperti Prof Maruarar Siahaan, Prof Refli Harun, Prof Harjono, Prof Todung Mulya Lubis, Prof Widodo Ekatjahjana, dan Prof Satya Arinanto.

Pada 5 Januari 2015, Pansel mengajukan dua nama calon hakim MK yaitu I Dewa Palgunadi (dosen Hukum tata negara dari Universitas Udayana Bali) dan Yuliandri (Guru besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang). Presiden Jokowi memilih Dewa Palgunadi sebagai pengganti Hamdan Zoelva.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka