Presiden Luncurkan Program Pengentasan Kemiskinan di Brebes

Program ini diklaim akan memudahkan pelaku usaha daerah yang ingin mencairkan kreditnya

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Apr 2016 10:33 WIB

Author

Damar Fery Ardiyan

Presiden Luncurkan Program Pengentasan Kemiskinan di Brebes

Pedagang membersihkan bawang merah sebelum dijual di Pasar Kaputren, Surabaya, jawa Timur, Rabu (6/4). Harga bawang merah dipasar tersebut naik menjadi Rp35.000 per Kg yang sebelumnya berkisar Rp28.00

KBR, Brebes - Presiden Jokowi meluncurkan program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat di Brebes, Jawa Tengah, Senin, 11 April 2016. Program pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup pelaku usaha di pedesaan ini dilakukan melalui pemberian kesempatan bekerja/berusaha yang layak bagi petani, peternak, dan nelayan.

Program ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dengan melibatkan pelbagai kementerian, yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kementeian Koperasi dan UKM), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes), serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sinergi ini bertujuan memudahkan pelaku usaha dalam mengakses layanan keuangan di pedesaan. Menurut Presiden, program yang disinergikan pelbagai kementerian ini untuk memberikan kesempatan bekerja/berusaha yang layak bagi petani, peternak dan nelayan tersebut adalah, satu, program sertifikasi tanah atau lahan bagi para petani melalui Kementerian ATR/BPN dan Kemen BUMN serta Bank BUMN. Program lainnya adalah sinergi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan Program Inklusi atau pendalaman pasar keuangan.

Program ini diklaim akan memudahkan pelaku usaha daerah yang ingin mencairkan kreditnya. Mereka dapat mencairkan kredit melalui penyalur yang disebut sebagai agen laku pandai sebagai perpanjangan tangan perbankan di daerah-daerah. Sedangkan, sinergi dalam bidang produksi meliputi sarana dan prasarana, bibit, pupuk, serta penyuluh yang akan melibatkan sinergi dua kementerian yaitu Kementan dan Kementerian PUPR. 

Dalam hal pemasaran, pemerintah juga akan mulai mengenalkan sistem pemasaran produk hasil pertanian dengan sistem online (e-commerce) melalui pengembangan sarana dan prasarana IT sebagai upaya untuk memangkas rantai distribusi hasil produksi dari petani kepada konsumen. Tujuannya adalah untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan dan stabilitas harga sampai pada tingkat konsumen.

Di antara aplikasi e-commerse yang dapat digunakan adalah aplikasi info pasar, market place seperti limkilo.id, kumis.com. Sinergi pemasaran ini melibatkan tiga kementerian yaitu Kementerian Kominfo, Kemendag dan Kementerian Koperasi dan UKM. 

Pada siklus distribusi petani memerlukan gudang sebagai tempat penampungan produk, pasar dan kurir.  Lebih dari itu semua, transportasi desa menjadi jantung yang akan menggerakan perekonomian masyarakat desa. 

Sertifikasi Hak Atas Tanah (SHAT)

Hal paling mendasar dalam memberikan kesempatan bekerja/berusaha yang layak bagi petani, peternak dan nelayan adalah memiliki aset berupa tanah. Karena itu sertifikasi hak atas tanah (SHAT) menjadi siklus pertama.

SHAT ini berguna untuk memberikan kekuatan hukum atas kepemilikan hak atas tanah, memfasilitasi penyediaan aset yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh modal usaha, meningkatkan kepastian keberlangsungan usaha penerimaan manfaat.

Sementara tujuan SHAT adalah memberikan kepastian/status hukum atas kekayaan (aset) milik masyarakat para peserta program. Kedua, memberikan jaminan para peserta program untuk meningkatkan kualitas lingkungan sosial dan ekonomi yang layak, permanen, dan sehat. Ketiga, meningkatkan kepastian usaha peserta program melalui  kepemilikan aset berupa tanah yang dapat digunakan sebagai agunan untuk mengakses sumber-sumber permodalan.

Brebes Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan

Ada beberapa alasan mengapa Brebes dipilih menjadi tempat protek percontohan pengentasan kemiskinan. Pertama, karena Brebes merupakan sentra produksi bawang Indonesia dan bawang adalah komoditi yang berkontribusi cukup besar pada inflasi. Tetapi faktanya kesejahteraan petani bawang relatif rendah, sebab sebagian besar keuntungan dinikmati pedagang perantara.

Melalui peluncuran program ini diharapkan kesejahteraan petani bawang dapat meningkat dan menjadi contoh bagi pelaku usaha di daerah lainnya.
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Arab Saudi Akan Gratiskan Vaksin Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Polemik TNI 'cawe-cawe' Copoti Baliho Rizieq Shihab

Kabar Baru Jam 8

Wagub DKI Ingatkan Sanksi Bagi Penolak Tes Covid-19 di Petamburan