Bagikan:

Presiden Instruksikan Pengawalan Kapal Niaga Ke Filipina

"Presiden sudah instruksikan untuk pergi dan pulang ada pengawalan dan itu sudah diinstruksikan oleh Presiden itu."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Apr 2016 21:36 WIB

Presiden Instruksikan Pengawalan Kapal Niaga Ke Filipina

Armada TNI AL KRI Teluk Lampung bersandar di Dermaga TNI AL Mamburungan, Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (31/3). TNI menyiagakan armada dan pasukan tempur di Tarakan, Kalimantan Utara, terkait perist

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk meningkatkan keamanan jalur pelayaran Tarakan Filipina. Selain itu mengawal kapal niaga yang melewati jalur tersebut. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, presiden  juga menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk membicarakan masalah pengawalan ini kepada pihak pemerintah Filipina agar bisa segera dilakukan.

Kata dia, pemerintah tidak  berhak untuk menutup jalur pelayaran menuju Filipina. Mengingat jalur pelayaran ke Filipina tersebut adalah jalur pelayaran internasional yang tidak hanya dilalui oleh kapal dari Tanah Air.

“Iya memang sudah.   Presiden sudah instruksikan untuk pergi dan pulang ada pengawalan dan itu sudah diinstruksikan oleh Presiden itu. (Ada instruksi penutupan jalur?) Tidak, pemerintah Indonesia tidak punya hak untuk menutup, bahwa kapal-kapal Indonesia tentu diperingatkan untuk hati-hati atau menghindari jalur itu yah tentu bisa dipertimbangkan. Tapi tidak bisa Indonesia menutup karena itu jalur pelayaran Internasional,” Ujarnya kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Selasa (19/04).

Jk menyatakan  belum mengetahui perkembangan lebih lanjut terkait penyaderaan empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang belakangan juga dikabarkan disandera saat melewati jalur yang sama. Meski demikian kata dia, pemerintah  terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait masalah tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan membenarkan ada penghentian sementara pemberian izin pelayaran bagi kapal yang akan menuju Filipina dari Tarakan, Kalimantan Timur. Pasalnya menurut Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan hal itu dilakukan karena jalur tersebut masih masuk dalam kategori rawan pembajakan. Kata dia, kalaupun terpaksa harus melewati jalur tersebut, sebaiknya meminta pengawalan dari militer Filipina hingga garis batas perairan Indonesia. Jika tidak, maka dia menginstruksikan untuk bertahan dulu di Filipina hingga kondisi kondusif. 


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending