Polres Kerahkan Ratusan Polisi, KNPB Manokwari Batal Demo

Para aktivis KNPB hanya menggelar konferensi pers untuk media pada Rabu sore.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 13 Apr 2016 12:16 WIB

Author

Agus Lukman

Polres Kerahkan Ratusan Polisi, KNPB Manokwari Batal Demo

Massa aksi damai KNPB (Rabu, 13/4/2016) di Jayapura. Foto: LBH Jakarta

KBR, Jakarta - Kepolisian Manokwari, Papua Barat mengklaim para aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) batal menggelar aksi demonstrasi hari ini, Rabu, 13 April 2016 di Manokwari. Kapolres Manokwari, Johny Edison Iris mengatakan para aktivis KNPB hanya menggelar konferensi pers untuk media pada sore nanti. Dengan begitu ia memastikan tidak akan ada penangkapan terhadap aktivis tersebut. Ia juga mengklaim akan mengutamakan langkah persuasif kepada para aktivis KNPB.

"Kecuali kalau nanti mereka turun ke jalan, ada aksi, lalu ketika kita imbau bubar tidak terima, baru akan kita proses. Makanya kami antisipasi dengan kekuatan personel, termasuk dari Polda Papua Barat. Tetapi sampai sekarang terpantau mereka tidak turun. Yang terpantau sama kita, itu jumpa pers. Tidak banyak dari KNPB-nya. Nanti sekitar pukul 15 atau jam 3. Pernyataan sikap soal dukungan ULMWP," kata Johny Edison Iris saat dihubungi KBR, Rabu (13/4/2016).

Kapolres Manokwari Johny Edison Iris mengatakan sebelumnya beredar penyebaran ajakan aksi pada hari ini melalui telepon selular. Polisi Manokwari pun menyiagakan sekitar 220 orang polisi, termasuk dari Brimob. Hanya saja berdasarkan informasi intel, KNPB batal menggelar aksi turun ke jalan.

Sebelumnya Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berencana menggelar aksi besar-besaran di lima daerah hari ini, termasuk di Manokwari Papua Barat. Aksi itu untuk mendukung agar kelompok Gerakan Pembebasan Papua Barat ULMWP bisa masuk menjadi anggota Komunitas Rumpun Melanesia atau MSG.

Editor: Damar Fery Ardiyan
   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Didesak Ungkap Jaringan Perdagangan Orang dengan Modus Pernikahan