Pemerintah Luncurkan Gerakan “Potong 10 Persen”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, ajakan itu akan diluncurkan dalam bentuk gerakan bernama “Potong 10 Persen”.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 28 Apr 2016 09:37 WIB

Author

Dian Kurniati

Pemerintah Luncurkan Gerakan “Potong 10 Persen”

Presiden Jokowi lepas kapal pembangkit listrik. Foto: Setkab

KBR, Jakarta – Pemerintah mengajak masyarakat kompak berhemat menggunakan listrik untuk memotong konsumsinya hingga 10 persen. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, ajakan itu akan diluncurkan dalam bentuk gerakan bernama “Potong 10 Persen”. Dia mengatakan, gerakan Potong 10 Persen adalah strategi pemerintah untuk mengonversi energi.

“Kenapa disebut gerakan 10 persen? Karena dengan melakukan beberapa hal yang praktis, masyarakat bisa menghemat konsumsi listrik 10 persen. Kenapa disebut gerakan? Karena ini adalah aksi bersama, yang tidak hanya dari pemerintah, tapi juga harus melibatkan pelaku bisnis, industri, ormas, dan individu-individu. Ini akan kita dorong menjadi gerakan baru dengan tagline Potong 10 Persen,” kata Sudirman di kantornya, Rabu (27/04/16).

Sudirman mengatakan, ada tiga cara mudah yang perlu dilakukan masyarakat untuk menghemat listrik. Ketiga cara itu; mematikan lampu dan mencabut peralatan elektronik yang tidak diperlukan, menahan volume pendingin udara di level 25 derajat, dan menjadikan hemat energi sebagai gaya hidup. Sudirman berujar, jika masyarakat menjalankan tiga hal itu secara kompak, konsumsi listrik nasional bisa dihemat 10 persen. Kata dia, konservasi adalah jenis energi kelima setelah minyak, gas, batubara, dan energi baru terbarukan.

Sudirman mengatakan, penghematan itu memerlukan berbagai kampanye dan waktu yang lama. Kata dia, kementeriannya akan berkampanye secara masif dan besar-besaran agar gerakan penghematan listrik 10 persen itu segera terwujud. Sebagai langkah awal, gerakan itu akan diresmikan pada kegiatan car free day, di Jakarta pada Minggu, 15 Mei 2016 oleh Sudirman.

Fokus gerakan itu adalah tiga kelompok dengan konsumsi listrik terbesar, yakni rumah tangga, industri, dan bisnis. Sudirman menjelaskan, gerakan penghematan energi harus dilakukan segera. Kata dia, konsumsi listrik tahun 2014 mencapai 199,496 gwh. Dia mengilustrasikan, penghematan listrik 600 watt hour selama satu jam setara dengan memberikan listrik untuk satu rumah tangga di daerah terpencil.



Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN