Kemenkumham Tambah Personel Penjaga LP Nusakambangan

Penambahanan pasukan pengamanan terkait maraknya peredaran narkoba dari dalam Lapas.

BERITA | NUSANTARA | NASIONAL

Rabu, 27 Apr 2016 17:01 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Kemenkumham Tambah Personel Penjaga LP Nusakambangan

Pasukan Brimob menyeberang ke Pulau Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah, Sabtu (16/4). Mereka hendak menjemput terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir di Lapas Pasir Putih Nusakambangan untuk dipindahkan

KBR, Cilacap – Kementerian Hukum dan HAM berencana terus menambah personil pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pulau Nusakambangan.

Kepala Divisi Pemasyarakat Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Molyanto mengatakan penambahanan personil pengamanan ini terkait dengan maraknya peredaran narkoba dalam Lapas dan upaya memutus mata rantai pengendalian narkoba dari dalam Lapas.

Selain itu, penambahan aparat juga untuk menjamin keamanan dalam Lapas. Saat ini, Lapas Nusakambangan mengandalkan bantuan pengamanan dari Polres Cilacap dan Brimob.

Pada pertengahan April lalu Kepolisian Semarang Jawa Tengah menangkap tangan seorang pengedar yang merupakan residivis (penjahat kambuhan) dari Lapas Narkotika Nusakambangan.

Dari pengakuan pelaku, terungkap pengendali jaringannya dilakukan oleh terpidana terorisme berinisial N yang saat ini tengah menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan.

"Kalau yang di (Lapas) umum itu (pengamanan) hanya di cabang-cabang, bersifat patroli. Tapi kalau di Lapas Pasir Putih standby setiap hari. Tiap shift lima personil Brimob untuk tambahan pengamanan," kata Moyanto, Rabu (27/4/2016).

"Sementara ini (terpidana terorisme) ditahan di sel isolasi Lapas Pasir Putih. Nanti diadakan evaluasi. Mudah-mudahan dari atas ada kesepakatan Kementerian untuk ditarik itu. Kita berharap seperti itu (dipindah), tapi sampai sekarang belum," lanjut MOyanto.

Soal terpidana terorisme, Moyanto berharap terpidana terorisme yang berada di Lapas Nusakambangan dipisah ke Lapas klas I lain di wilayah Indonesia supaya jaringannya terpecah.

Menurut Moyanto, penyatuan terpidana di dalam sebuah lapas berpotensi terbentuknya persekongkolan baru jaringan terorisme, kendati sebagian terpidana berada di sel isolasi.

Sebelumnya, Koordinator Kepala Lapas di Pulau Nusakambangan, Abdul Aris mengakui personil pengamanan di Lapas Nusakambangan masih kurang. Ia berharap agar segera mendapat tambahan petugas baru agar keamanan di Lapas Nusakambangan terjamin.

Lapas Batu Nusakambangan berencana menambah dua blok sel sehingga kapasitas bertambah menjadi 800 orang.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri