Jokowi ke London, Lima MoU Sekaligus Diteken

Bagi Indonesia kerjasama ini penting mengingat Inggris pernah menjadi tuan rumah Olimpiade London pada tahun 2012, sementara Indonesia tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Rabu, 20 Apr 2016 07:39 WIB

Author

Ninik Yuniati

Jokowi ke London, Lima MoU Sekaligus Diteken

PM Inggris David Cameron menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Downin Street 10, London Inggris, Selasa (19/4/2016). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke London, Inggris langsung disertai penandatanganan lima perjanjian kerjasama sekaligus.

Pada saat Presiden Jokowi bertemu dan berbincang berdua dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron, di Downing Street 10, Selasa (19/4/2016), di ruangan lain disepakati perjanjian di berbagi bidang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Kerjasama Industri-industri Kreatif, MoU Kerjasama Pendidikan Tinggi dan MoU Kerjasama Informasi dan Pengalaman dalam Penyelenggaraan Even Olahraga Dunia.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pdjiastuti meneken MoU Pengaturan dan Kerjasama Kelautan dan Perikanan. Selain itu ada juga MoU antara PT Garuda Indonesia dengan perusahaan dirgantara Airbus dan Roll Royce di bidang peningkatan kemampuan perawatan mesin pesawat.

Informasi yang dikirimkan Anggota Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana kepada media menyebutkan, penandatanganan lima perjanjian kerjasama itu menunjukkan makin eratnya hubungan antara Indonesia dan Inggris.

MoU kerjasama informasi penyelenggaraan event olah raga dunia berisi kerjasama berbagi pengalaman dan informasi antara lain dalam strategi dan program untuk memaksimalkan pengembangan perdagangan, meningkatkan peluang bisnis, formulasi perencanaan dan investasi yang diharapkan dapat diperoleh dari penyelenggaraan event olahraga dunia.

Bagi Indonesia kerjasama ini penting mengingat Inggris pernah menjadi tuan rumah Olimpiade London pada tahun 2012, sementara Indonesia tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

MoU lainnya adalah di bidang kerjasama industri kreatif. MoU ini membuka kesempatan untuk kerjasama lebih erat dalam peningkatan kapasitas dan pengembangan keahlian melalui pendidikan dan latihan bagi industri kreatif.

Selain itu dengan MoU ini bisa jadi pijakan untuk pengembangan model pembiayaan ekonomi kreatif termasuk sumber pembiayaan dan investasi. MoU ini juga menekankan pentingnya pengembangan jaringan kota-kota kreatif.

Pemerintah Indonesia dan Inggris juga menyetujui MoU kerjasama pendidikan tinggi yang diharapkan dapat membantu peningkatan pengembangan pendidikan di masing-masing negara.

MoU pendidikan tinggi ini juga dimaksudkan untuk mendorong pengembangan program bilateral antar lembaga pendidikan tinggi kedua negara dengan prinsip saling menguntungkan serta menyediakan beasiswa bagi pelajar kedua negara.

Satu lagi kesepakatan antar pemerintah adalah pengaturan untuk kerjasama kelautan dan perikanan. Nota kesepahaman ini merupakan turunan dari MoU Kerjasama Maritim antar kedua negara yang ditandatangani di Jakarta, 27 Juli 2015.

MoU kelautan dan perikananini membuka kerjasama dua negara di bidang informasi untuk pemberantasan pencurian ikan, riset kelautan dan perikanan, konservasi keanekaragaman hayati, sistem manajemen perikanan dan peningkatan kapasitas SDM. Selain itu juga telah didirikan sebuah komite kerja teknis untuk membicarakan lebih lanjut kerjasama ini.

Sedangkan nota kesepahaman kerjasama yang ditandatangani antara Garuda Indonesia dengan Airbus dan Rolls Royce menekankan pengembangan kemampuan sehingga Garuda  Indonesia mempunyai kemampuan untuk merawat mesin pesawat Roll Royce serta mengembangkan kapabilitas Garuda Maintenance Facilty (GMF) sehingga mampu merawat mesin Roll Royce dalam skala lebih besar dan luas.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8