Ini Strategi Pemerintah Siapkan Tenaga Lokal di Blok Masela

Kemenristekdikti bekerjasama dengan sejumlah universitas

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Apr 2016 20:20 WIB

Author

Ria Apriyani

Ini Strategi Pemerintah Siapkan Tenaga Lokal di Blok Masela

Map Blok Masela (Antara)

KBR, Jakarta- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan mulai memburu putra daerah Maluku yang berpotensi untuk dididik menjadi calon tenaga kerja di proyek Blok Masela. Kata Menristekdikti Muhammad Nasir, Presiden Jokowi sudah menginstruksikan agar masyarakat Maluku dilibatkan dalam proyek ini.

Menurut Nasir, jeda yang ada sambil menunggu proses pembangunan dimulai, harus segera digunakan mempersiapkan sumber daya manusianya.

"Saat rapat terbatas sama Presiden katanya operasi dimulai 2021. Detail enginering desainnya 2017-2018. Pembangunan berarti 2019 mulai. Kami yang penting mencari putra daerah. Tahap berikutnya Rektor Unpatti menyiapkan laboratorium dan infrastrukturnya," ujar Nasir, Selasa (5/4/2016).
Kementeriannya sudah menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia, Universitas Pattimura, dan Politeknik Ambon. Nantinya, calon tenaga kerja lokal itu akan disekolahkan untuk menjadi tenaga pembangun dan pengoperasian Blok Masela di jenjang sarjana, magister, maupun diploma di Unpatti dan Politeknik Ambon. 
Meski begitu Nasir tidak membantah para lulusan tetap akan bersaing dengan lulusan dari universitas lain. Kata Nasir, fokus awalnya hanya soal bagaimana meningkatkan kualitas calon tenaga kerja lokal agar mampu bersaing.
"Di era persaingan ini akan mungkin terjadi. Oleh karena itu lulusan yang ada harus ditingkatkan kualitasnya, maka mahasiswa yang ada di Unpatti (Universitas Pattimura) dibantu dengan ITB, UGM, ITS dan yang lainnya supaya ada kesamaan kualitas."
Selanjutnya, Kemenristekdikti akan membentuk tim yang membahas lebih lanjut detail pelaksanaan wacana ini. Hingga saat ini, mereka belum merinci program studi baru apa saja yang masih dibutuhkan, dan tambahan infrastruktur yang harus dibangun untuk memfasilitasi pengajaran. Nasir menargetkan pertengahan tahun ini rancangan jelas program ini bisa diselesaikan.
Editor: Dimas Rizky 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah