Indonesia Jadi Tujuan Investasi Jepang dan Tiongkok

Pemerintah optimistis kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Jepang dan Tiongkok minggu lalu mampu mendongkrak investasi kedua negara di Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Apr 2015 08:26 WIB

Indonesia Jadi Tujuan Investasi Jepang dan Tiongkok

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Pemerintah optimistis kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Jepang dan Tiongkok minggu lalu mampu mendongkrak investasi kedua negara di Indonesia. 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan, optimisme tersebut terbukti dari tingginya komitmen investasi kedua negara itu. Kata dia, total komitmen negara ini mencapai 73,46 miliar dolar Amerika, terdiri dari 10,06 miliar dolar Amerika yang digelontorkan Jepang, sedangkan Tiongkok sebesar 63,40 miliar dolar Amerika.

"Perjalanan presiden menuju Cina dan Jepang, hasilnya kita optimis. Beberapa sektor antara kedua negara ini, masuk pada sektor-sektor yang memang sesuai dengan tujuan visit yang terkait dengan investasi. Komiten-komitmennya itu nampak dari realisasi yang di dalam tiga bulan pertama," kata Franky. 

Franky Sibarani menambahkan, investasi terbanyak berada pada sektor infrastruktur, terutama dari Tiongkok. Kata dia, pemerintah akan memaksimalkan tim khusus penanganan investasi untuk menarik lebih banyak investor. 

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan perwakilan di dua negara tersebut. Sementara, khusus di Tiongkok, BKPM berencana membangun kantor perwakilan. 

"Khusus di Cina karena kita belumpunya kantor perwakilan, jadi untuk masa secepatnya, kita memang terus berkoordinasi dengan kedutaan besar, dalam hal ini juga ada biro ekonomi kemudian kita akan proses segera untuk membuka kantor di Beijing dari BKPM," lanjut Franky.

Editor: antonius Eko  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi