Wapres: Indonesia Bermasalah Dengan Infrastruktur

Wakil Presiden Boediono mengatakan Indonesia tengah kekurangan pembangunan infrastruktur yang luar biasa.

NASIONAL

Selasa, 29 Apr 2014 14:24 WIB

Author

Abu Pane

Wapres: Indonesia Bermasalah Dengan Infrastruktur

infrastruktur, SDM, bank dunia

KBR68H, Jakarta- Wakil Presiden Boediono mengatakan Indonesia tengah kekurangan pembangunan infrastruktur yang luar biasa.

Kekurangan itu telah menghambat pembangunan berkelanjutan Indonesia. Kata dia, Indonesia sulit keluar dari masalah ini karena dunia usaha kesulitan mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

"Saya katakan constrain (kendala-red) yang paling immediate (mendesak-red) bagi kelanjutan kemajuan Indonesia, pembangunan dan transformasi, itu adalah infrastruktur yang pertama. Karena di situlah kita mengalami defisit infrastruktur yang luar biasa. Mungkin juga menjadi kendala. Dalam waktu dekat dan bahkan tanda-tandanya sudah mulai kelihatan. Itu adalah kualitas sumber daya manusia kita."

Wakil Presiden Boediono menambahkan, saat ini perlu program jangka menengah untuk mengatasi defisit infrastruktur Indonesia. Ia berharap pemerintah mendatang lebih fokus untuk membangun infrastruktur.

Sebelumnya, Bank Dunia menyebutkan pertumbuhan investasi infrastruktur Indonesia hanya 2,5 persen setiap tahunnya. Padahal pertumbuhan investasi infrastruktur yang ideal bagi negara berkembang adalah lima persen. Bank Dunia mencontohkan infrastruktur listrik Indonesia yang masih kurang. Saat ini 70 juta warga Indonesia tidak memiliki akses terhadap listrik.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 15

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode