Saksi: Boediono Perintahkan Hapus Data Penilaian Bank Century

KBR68H, Jakarta - Bekas Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia, Halim Alamsyah menyebut Boediono menyetujui matriks atau laporan penilaian Bank Century dihapus.

NASIONAL

Senin, 14 Apr 2014 19:03 WIB

Author

Evelyn Falanta

Saksi: Boediono Perintahkan Hapus Data Penilaian Bank Century

boediono, Bank century

KBR68H, Jakarta - Bekas Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia, Halim Alamsyah menyebut Boediono menyetujui matriks atau laporan penilaian Bank Century dihapus.

Matriks ini untuk mengukur peran dari Bank Century dan dampaknya pada sektor perbankan. Halim mengatakan, Dewan Gubernur Bank Indonesia saat itu khawatir matriks atau laporan tersebut tidak menunjang kesimpulan analisis yang berdampak sistemik jika Bank Century tidak diselamatkan. Matriks itu rencananya akan diserahkan ke Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"(Terkait dengan metrik ini, apakah saudara melampirkan didalam rapat KSSK itu?) Ketika itu saya melampirkannya Rapat Dewan Gubernur tanggal 20 November malam. (Terus akhirnya dilampirkan kembali di rapat KSSK?) Dewan gubernur tidak sepakat dengan itu dan minta itu dicabut. (Apakah pada saat itu rapat tanggal 20 itu, pak Boediono menanyakan dalam RDG terkait masalah tadi itu untuk tidak melampirkan persetujuan untuk tidak melampirkan atau menghilangkan metrik ini?) Iya betul ditanyakan. (Terkait bank gagal juga seluruhnya setuju disitu, termasuk pak Boediono juga?) Seingat saya setuju," jelas Halim dalam persidangan Budi Mulya di Pengadilan Tipikor, Senin (14/4). Saat itu Halim ditanya oleh hakim.

Halim Alamsyah menambahkan, hasil matriks atau laporan penilaian itu sempat dibawa ke dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Namun, dianggap oleh seluruh dewan gubernur saat itu dampak sistemik Bank Century kurang menonjol.

Dalam pembuatan matriks atau laporan tersebut ada empat aspek penilaian Bank Century yang menjadi tolok ukurnya, antara lain keterkaitan pasar keuangan, sektor rill, maupun lembaga keuangan.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror