Migrant Care: KPU Harus Ketatkan Sosialisasi Pencoblosan

KBR68H, Jakarta - LSM pemerhati TKI Migrant Care meminta KPU lebih gencar dalam mensosialisasikan pemilu kepada pemilih di luar negeri. Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan, sosialisasi perlu digencarkan untuk mengurangi angka pemilih

NASIONAL

Rabu, 02 Apr 2014 20:25 WIB

Author

Ade Irmansyah

Migrant Care: KPU Harus Ketatkan Sosialisasi Pencoblosan

KPU, parpol, kertas suara, pemilu

KBR68H, Jakarta - LSM pemerhati TKI Migrant Care meminta KPU lebih gencar dalam mensosialisasikan pemilu kepada pemilih di luar negeri. Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan, sosialisasi perlu digencarkan untuk mengurangi angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. 


Sebab kata Anis, sebagian besar pemilih yang tidak menyalurkan hak pilihnya di luar negeri bukan karena golput, melainkan karena tidak mengetahui peraturan KPU yang mengizinkan pemilih menggunakan hak pilihnya meski tidak terdaftar pada DPT.

"Sekarang bagaimana memastikan sosialisasi yang lain bahwa mereka yang tidak terdaftar tetap bisa memilih, ini saya kira yang mendesak sekarang. Gak usah khawatir bahwa mereka yang tidak terdaftar tetap bisa memilih, ini yang harus disampaikan. Kekecewaan kita di Hongkong kemarinkan bahwa Victoria Park sebesar itu banyak baliho, banyak standing banner, tapi isinya hanya ketua PPLN, tidak ada informasi tentag ini penyobolsan apa, kenapa penting memilih dan lain sebagainya, jadi informasi-informasi yang subtantif yang harusnya diberikan itu juga harus ada, bukan hanya sekedar sosialisasi," ujarnya kepada KBR68H saat dihubungi, Rabu (2/4).

Anis Hidayah menambahkan, KPU bahkan harus melakukan ketemu muka dengan para WNI yang ada di luar negeri. Ini penting dilakukan mengingat semakin pendeknya sisa waktu sebelum dilakukan pemilihan di luar negeri.

Sebelumnya Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) memastikan empat juta buruh migran di luar negeri tidak masuk Daftar Pemilih Tetap. Dari enam juta pekerja yang terdata, hanya dua juta yang masuk DPT. Data ini belum termasuk buruh migran tidak resmi dan WNI yang bukan TKI.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17