Komnas PA: Online Pedofilia Lewat Facebook di Surabaya Modus Kasus Baru

KBR68H, Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai kasus online pedofilia yang dilakukan dokter bernama Tjandra Adi Gunawan di Surabaya termasuk modus baru. Pedofil itu dilakukan kepada anak-anak yang hampir remaja lewat bujuk rayu di

NASIONAL

Rabu, 16 Apr 2014 19:40 WIB

Author

Rio Tuasikal

Komnas PA: Online Pedofilia Lewat Facebook di Surabaya Modus Kasus Baru

anak, Komnas ANak, fedofilia

KBR68H, Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai kasus online pedofilia yang dilakukan lulusan sekolah dokteran bernama Tjandra Adi Gunawan di Surabaya termasuk modus baru. Pedofil itu dilakukan kepada anak-anak yang hampir remaja lewat bujuk rayu di situs jejaring sosial.

Si anak itu didekati lewat obrolan di chat Facebook. Setelah sudah dekat dan si anak nyaman, maka Tjandra meminta si anak berfoto telanjang. Ketua Komnas PA Arist Merdeka Siarait menjelaskan modus baru itu juga ditunjukan dengan penyamaran sebagai dokter reproduksi.

"Biasanya bujuk rayu percintaan lewat online. Banyak itu kasusnya. Korbannya dijual dan diperkosa. Media sudah banyak kumpulkan kasus itu. Asmara online itu banyak menggoda remaja kita," jelas Arist saat dihubungi KBR68H, Rabu (16/4).

Sebelumnya, Tjandra Adi Gunawan yang berusia 37 tahun tertangkap karena dugaan pedofilia. Mabes Polri menjelaskan lulusan kedokteran itu melakukan penyamaran identitas di dunia maya untuk perdaya korbannya.

Pelaku membuat akun Facebook menyamar sebagai seorang wanita dan berprofesi sebagai dokter kesehatan reproduksi. Tjandra meminta korban untuk berfoto selfie dari mulai berpakaian lengkap sampai dengan telanjang. Lantas, setelah dikirim ke Tjandra foto-foto tersebut diunggah ke jejaring sosial.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Cegah Penyebaran COVID-19, Saudi Arabia Tangguhkan Visa Umrah

Kabar Baru Jam 8

Wabah virus Corona telah Menyebar ke Seluruh Benua di Dunia kecuali Antartika

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20