Bagikan:

Gerindra Sebaiknya Batalkan Koalisi Dengan PPP

Pengamat politik LIPI, Siti Zuhro menilai Partai Gerindra seharusnya tidak meneruskan koalisinya dengan PPP karena diduga hanya kerjasama pribadi antara Suryadharma Ali dan Prabowo Subianto.

NASIONAL

Senin, 21 Apr 2014 09:27 WIB

Gerindra Sebaiknya Batalkan Koalisi Dengan PPP

gerinda, PPP

KBR68H, Jakarta - Pengamat politik LIPI, Siti Zuhro menilai Partai Gerindra seharusnya tidak meneruskan koalisinya dengan PPP karena diduga hanya kerjasama pribadi antara Suryadharma Ali dan Prabowo Subianto.

Kata dia koalisi tersebut tidak akan efektif karena ditentang oleh sebagian kalangan internal PPP sendiri. Menurutnya, partai berlambang kabah itu harus membenahi kisruh internal ini sebelum memutuskan dukungan resmi dalam pemilu tahun ini.

"Kalau Gerindra cerdas, dia tidak akan meneruskan kerjasama dengan PPP dengan kondisi PPP yang seperti ini. Karena publik akan menilai ini bukan kerjasama institusional tapi ini kerjasama lebih kepada ketua umum dan ketua umum. Jadi personal, tidak institusional. Akhirnya para pengurus di internal PPP juga tidak mengakui kerjasama itu. Ini yang harusnya dibaca cukup jeli," jelasnya pada KBR68H, Minggu (20/4)

Sebelumnya PPP terpecah menjadi dua kubu pasca deklarasi dukungan Ketua Umum Suryadharma Ali (SDA) terhadap capres Gerindra, Prabowo Subianto. Kubu lainnya pimpinan Sekjen PPP, Romahurmuzy lantas mengadakan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang memutuskan menonaktifkan sementara SDA karena dianggap melanggar konstitusi partai. Menteri Agama itu itu terang-terangan memberikan dukungannya pada Prabowo untuk jadi presiden.

Editor: Antonius Eko

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ikhtiar Sorgum untuk Substitusi Gandum

Most Popular / Trending